![]() |
| aktivitas di dalam sebuah peternakan sapi perah. KANTOR KOMUNIKASI KEPRESIDENAN |
Kabupaten Brebes bersiap menjadi pusat produksi susu nasional seiring rencana pembangunan peternakan sapi perah terpadu (mega farm) berkapasitas 30.000 ekor. Proyek ambisius yang dikelola oleh PT Global Dairi Bersama ini diproyeksikan menjadi fasilitas serupa yang terbesar di Indonesia.
Langkah ini diambil di tengah ketergantungan akut Indonesia terhadap susu impor. Data tahun 2025 menunjukkan angka impor masih menyentuh lebih dari 80%, dengan populasi sapi perah nasional yang hanya berkisar di angka 499.360 ekor. Rendahnya populasi ini berdampak langsung pada produksi susu segar domestik yang tertahan di level 820.874,82 ton per tahun.
Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) memberikan lampu hijau penuh bagi investasi swasta ini. Meski sepenuhnya didanai oleh investor tanpa menyentuh anggaran APBN maupun APBD, pemerintah berperan dalam memberikan karpet merah melalui kemudahan regulasi dan perizinan.
Efek domino dari pembangunan mega farm ini diperkirakan menyentuh sektor hulu, terutama penyediaan pakan. Pengelola berencana mengembangkan lahan hijauan pakan ternak seluas 2.000 hektare setiap tahunnya. Langkah ini diprediksi akan menyerap tenaga kerja dan memberdayakan sekitar 5.000 petani lokal di wilayah Brebes dan sekitarnya.
Penunjukan Brebes bukan tanpa alasan. Wilayah ini telah masuk dalam daftar 21 lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikhususkan untuk pengembangan ternak sapi perah dan pedaging. Sebelumnya, PT Global Dairi Alami—afiliasi dari grup yang sama—telah lebih dulu mengoperasikan peternakan serupa di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas 5.500 ekor.
Kesenjangan antara konsumsi dan produksi dalam negeri yang terus melebar selama beberapa dekade terakhir kini menjadi perhatian serius di parlemen. Komisi IV DPR RI bahkan sempat melontarkan peringatan bahwa kondisi ini merupakan ancaman nyata bagi kedaulatan pangan nasional.
Guna mengejar ketertinggalan populasi, pemerintah telah menyusun peta jalan impor sapi hidup secara besar-besaran dalam program lima tahun mendatang. Fokus distribusi tidak hanya menyasar Jawa Tengah, namun juga wilayah strategis lainnya. Selain konsentrasi sapi perah di Brebes, Kabupaten Blora juga disiapkan sebagai sentra pengembangan sapi pedaging untuk memperkuat ketahanan protein hewani nasional.

0Komentar