![]() |
| Momen pengerjaan PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat. PLN |
PT PLN (Persero) akan mengeksekusi 21 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas 513 Megawatt-peak (MWp) pada semester pertama 2026. Proyek ini menjadi bagian dari upaya dedieselisasi nasional dengan menggantikan 2.139 mesin diesel yang selama ini beroperasi di 741 lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah tersebut disampaikan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Senayan, Jakarta. Program ini ditujukan untuk meningkatkan ketahanan energi sekaligus menekan ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) impor yang selama ini menjadi tulang punggung pembangkit listrik di wilayah terpencil.
"Di semester 1 sudah ada 21 proyek PLTS dan juga PLTS plus Battery Energy Storage System yang sudah siap dieksekusi," ujar Darmawan.
Sejumlah proyek berskala besar menjadi andalan dalam program ini. Di antaranya adalah PLTS Terapung Gajah Mungkur di Wonogiri, Jawa Tengah, dengan kapasitas 100 MWp, serta PLTS Terapung Saguling di Jawa Barat sebesar 60 MWp. PLN juga menyiapkan PLTS Terapung Karangkates di Jawa Timur dengan kapasitas 100 MWp.
Selain itu, dua proyek PLTS yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) akan dibangun di Banyuwangi dan Pagerwojo, Jawa Timur, masing-masing berkapasitas 100 MWp. Proyek-proyek berskala lebih kecil tersebar di sejumlah wilayah seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Kepulauan Bangka Belitung, dengan kapasitas antara 1 hingga 10 MWp.
Enam proyek di antaranya yang berlokasi di Sumba, Alor, Lembata, dan Rote ditargetkan mulai beroperasi secara komersial (commercial operation date atau COD) pada 2026. Proyek lainnya dijadwalkan menyusul pada 2027 hingga 2028.
Mengurangi ketergantungan BBM impor
Penghapusan PLTD menjadi bagian penting dari strategi PLN untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi listrik dan memperkuat ketahanan energi nasional. Selama ini, pembangkit diesel di wilayah terpencil sangat bergantung pada pasokan BBM yang sebagian masih berasal dari impor.
"PLN juga sudah merencanakan mengurangi konsumsi BBM di sektor ketenagalistrikan pada 741 lokasi PLTD dengan total ada sekitar 2.139 mesin diesel," kata Darmawan.
Sebagai pengganti, PLN tidak hanya mengandalkan PLTS yang dilengkapi BESS untuk menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di lokasi yang memiliki potensi sumber daya air.
Bagian dari strategi transisi energi
Program dedieselisasi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mempercepat transisi menuju energi bersih. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya mengungkapkan rencana revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 guna mempercepat konversi PLTD ke energi terbarukan.
Revisi tersebut mencakup target ambisius pengembangan PLTS hingga 100 gigawatt dalam jangka panjang. Selain itu, PLN juga bersiap meluncurkan program Bundling Project GIGAONE (Green Integrated Gigawatt Acceleration) mulai 2026 untuk memperkuat porsi energi bersih dalam sistem kelistrikan nasional.

0Komentar