Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan tambahan komitmen pendanaan dari tiga negara Eropa untuk program Prioritised Ukraine Requirements List (PURL). Nilai kontribusi baru tersebut diperkirakan mencapai €350–400 juta, yang akan digunakan untuk pembelian senjata dan amunisi buatan Amerika Serikat (AS).
Pengumuman itu disampaikan Zelenskyy di sela-sela KTT informal Uni Eropa di Siprus. Ia tidak mengungkap identitas ketiga negara tersebut, namun menyebut kontribusi itu sebagai penguatan dukungan terhadap kebutuhan militer Ukraina di medan perang.
Dalam pernyataannya di platform X, Zelenskyy menyampaikan apresiasi atas dukungan baru tersebut setelah serangkaian pertemuan bilateral dengan para pemimpin Eropa.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menilai pertemuan di Siprus sebagai momentum penting dalam hubungan Ukraina dengan Uni Eropa. Ia menyebut sejumlah kesepakatan yang dicapai mencakup kontribusi PURL dan paket bantuan tambahan.
“Ini adalah titik balik dalam perjalanan Ukraina menuju keanggotaan Uni Eropa,” kata Sybiha.
Skema Pembelian Senjata Kolektif
Program PURL dikoordinasikan melalui NATO sebagai mekanisme pengumpulan dana dari negara-negara sekutu untuk membeli perlengkapan militer langsung dari stok pertahanan AS.
Skema ini dirancang agar pasokan senjata dapat lebih cepat menyesuaikan kebutuhan paling mendesak di lapangan, termasuk sistem pertahanan udara dan amunisi.
Hingga akhir 2025, lebih dari US$4 miliar telah dikomitmenkan melalui program ini oleh lebih dari dua lusin negara. Selain anggota NATO, beberapa mitra seperti Australia dan Selandia Baru juga ikut berpartisipasi.
Ukraina terus mendorong perluasan partisipasi dalam skema tersebut, terutama dalam forum-forum besar NATO dan Uni Eropa.
Pergeseran prioritas AS
Tambahan komitmen terbaru ini muncul di tengah dinamika pendanaan PURL yang belum sepenuhnya stabil.
Pada Maret lalu, The Washington Post melaporkan bahwa Pentagon memberi tahu Kongres mengenai rencana pengalihan sekitar US$750 juta dari dana PURL untuk mengisi kembali persediaan militer AS, seiring pergeseran prioritas ke kawasan Timur Tengah.
Di tengah situasi itu, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyatakan optimisme terhadap keberlanjutan program. Ia mengatakan aliansi “sangat yakin” target pendanaan sebesar US$15 miliar untuk 2026 dapat tercapai—angka yang berulang kali disorot oleh Zelenskyy dalam berbagai forum internasional.
Paket tambahan dari Uni Eropa
KTT di Siprus juga menghasilkan kesepakatan pinjaman Uni Eropa senilai €90 miliar untuk Ukraina. Zelenskyy menyebut tahap awal dana tersebut akan diarahkan untuk memperkuat infrastruktur pertahanan dan sektor energi.
Per Februari lalu, sebanyak 25 negara telah bergabung dalam inisiatif PURL. Pemerintah Ukraina terus mengupayakan penambahan anggota guna memperluas kapasitas pendanaan dan mempercepat pengadaan perlengkapan militer.

0Komentar