Emmanuel Macron, Presiden Prancis. | EUROPEAN PARLIAMENT


Presiden Prancis Emmanuel Macron mendorong Eropa membangun infrastruktur pembayaran sendiri, memperingatkan ketergantungan pada perusahaan Amerika Serikat dapat menggerus kedaulatan finansial kawasan. Seruan itu disampaikan melalui pesan video dalam pertemuan Carte Bancaire di Paris.

Dorongan ini muncul di tengah dominasi jaringan pembayaran asal AS seperti Visa, Mastercard, dan PayPal di Eropa. 

Data Bank Sentral Eropa menunjukkan sekitar dua pertiga transaksi kartu di zona euro masih bergantung pada skema internasional tersebut. Ketergantungan ini dinilai menjadi kerentanan strategis, terutama dalam konteks geopolitik yang makin tidak pasti.

Macron menempatkan sistem pembayaran sebagai bagian inti dari kedaulatan ekonomi. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya membangun alternatif domestik yang dapat mengurangi dominasi eksternal.

"Kita harus membangun model pembayaran yang berdaulat," ujarnya, seperti dikutip Agence France-Presse. Ia menambahkan, "Melepaskan kendali atas pembayaran berarti menerima bahwa inti dari transaksi kita bergantung pada pihak-pihak yang belum tentu sejalan dengan kita, yang belum tentu memiliki kepentingan yang sama."

Di Prancis, jaringan Carte Bancaire mencatat lebih dari 77 juta kartu beredar, namun menghadapi tekanan dari ekspansi layanan global dan pembayaran digital lintas platform.

Upaya memperkuat kemandirian ini juga tercermin dalam pengembangan Wero, dompet digital yang diluncurkan oleh European Payments Initiative (EPI). Konsorsium yang melibatkan 16 bank besar, termasuk BNP Paribas dan Deutsche Bank, mulai mengoperasikan platform tersebut sejak Juli 2024.

Menurut laporan Reuters, jumlah pengguna Wero telah mencapai 52,5 juta di Belgia, Prancis, dan Jerman, meningkat dari 43,5 juta pada September lalu. EPI juga menandatangani kerja sama dengan EuroPA Alliance untuk menghubungkan sistem pembayaran nasional di 13 negara, menjangkau sekitar 130 juta pengguna.

Di tingkat kebijakan, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde sebelumnya menilai kebutuhan mengurangi ketergantungan pada infrastruktur pembayaran asing sebagai hal yang "sangat mendesak".

Kekhawatiran geopolitik turut mempercepat agenda ini. Potensi pembatasan akses terhadap sistem pembayaran berbasis AS, terutama dalam skenario perubahan kebijakan di Washington, menjadi salah satu pendorong utama. Pengalaman Rusia yang terputus dari jaringan keuangan Barat pascainvasi Ukraina kerap dijadikan rujukan dalam diskusi internal Eropa.

EPI menargetkan ekspansi Wero ke Luksemburg dan Belanda dalam waktu dekat. Layanan transfer lintas negara dijadwalkan meluncur pada akhir 2026, disusul integrasi pembayaran e-commerce dan transaksi di titik penjualan pada 2027.