Péter Magyar berbicara kepada media di Budapest setelah mengalahkan partai Perdana Menteri Viktor Orbán dalam pemilihan parlemen negara itu. REUTERS


Perdana Menteri terpilih Hungaria, Peter Magyar, menyatakan pemerintahannya akan melaksanakan surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC), termasuk terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, jika memasuki wilayah Hungaria.

Pernyataan ini menandai perubahan tajam dari kebijakan pemerintahan sebelumnya di bawah Viktor Orbán, yang selama bertahun-tahun menolak mematuhi kewajiban ICC dan bahkan mendorong Hungaria keluar dari keanggotaan lembaga tersebut.

Magyar menyampaikan sikap itu langsung kepada Netanyahu. Dalam keterangannya kepada wartawan di Hungexpo Budapest Congress and Exhibition Centre, ia menegaskan pemerintahannya tidak akan mengabaikan kewajiban hukum internasional.

"Saya dengan tegas menyampaikan kepada Perdana Menteri Israel: kami tidak akan mundur," ujar Magyar. Ia menambahkan, "Jika seseorang adalah anggota Mahkamah Pidana Internasional dan orang yang dicari masuk ke negara kami, maka mereka harus ditangkap."

Sikap tersebut muncul hanya beberapa hari setelah Magyar mengundang Netanyahu ke Budapest. Undangan itu terkait peringatan 70 tahun Pemberontakan Hungaria 1956 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Netanyahu disebut menerima undangan tersebut dan membalas dengan mengundang Magyar ke Yerusalem.

ICC sebelumnya mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu pada November 2024 atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang dalam konflik di Gaza. Namun saat Netanyahu berkunjung ke Budapest pada April 2025, pemerintahan Orbán menolak menjalankan perintah tersebut dan justru mengumumkan rencana keluar dari ICC.

Parlemen Hungaria kemudian menyetujui langkah penarikan diri itu pada Mei 2025, disusul pemberitahuan resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB pada 2 Juni 2025. Proses tersebut memulai masa tunggu satu tahun sebelum keanggotaan Hungaria benar-benar berakhir.

Magyar sebelumnya menyebut proses keluar dari ICC sulit dibatalkan. Namun tim hukumnya kini menilai langkah itu masih bisa dihentikan sebelum tenggat 2 Juni, sehingga Hungaria tetap menjadi anggota tanpa jeda.

Langkah ini membuka situasi diplomatik yang rumit. Magyar menegaskan ingin mempertahankan hubungan dekat dengan Israel, tetapi pada saat yang sama berkomitmen menjalankan kewajiban hukum internasional.

Jika Hungaria tetap berada dalam ICC dan Netanyahu menghadiri undangan Oktober, pemerintah Hungaria secara hukum terikat oleh Statuta Roma untuk melaksanakan penangkapan tersebut.