![]() |
| Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menghadiri Konferensi Pasca-Menteri ASEAN dengan Tiongkok di Kuala Lumpur Convention Centre di Kuala Lumpur, Malaysia, 10 Juli 2025. REUTERS |
China menyatakan ikut berperan dalam tercapainya gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran, di tengah pengakuan Presiden atas keterlibatan Beijing dalam proses tersebut.
Kementerian Luar Negeri China pada Rabu menyebut pihaknya telah melakukan “upayanya sendiri” untuk membantu meredakan ketegangan yang nyaris memicu eskalasi besar.
Gencatan senjata berdurasi dua minggu itu diumumkan Trump sehari sebelumnya, hanya beberapa jam sebelum tenggat yang ia tetapkan terkait ancaman terhadap infrastruktur Iran.
Kesepakatan tersebut secara resmi dimediasi Pakistan. Namun sejumlah pejabat Iran mengatakan kepada The New York Times bahwa dorongan terakhir dari Beijing menjadi faktor penting yang membuat Teheran menerima proposal tersebut. China diketahui merupakan mitra dagang terbesar Iran dan memiliki pengaruh signifikan dalam hubungan bilateral kedua negara.
Dalam keterangannya kepada Agence France-Presse, Trump mengakui kemungkinan keterlibatan China. “Saya dengar iya,” katanya saat ditanya apakah Beijing turut membantu membawa Iran ke meja perundingan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, , menegaskan negaranya mendukung berbagai upaya mediasi yang dilakukan oleh Pakistan dan pihak lain. Ia juga menyebut Menteri Luar Negeri aktif berkomunikasi dengan berbagai pihak yang terlibat konflik.
Menurut Mao, Wang telah melakukan 26 kali panggilan telepon dengan Iran, Israel, Rusia, dan negara-negara Teluk. China juga mengirim utusan khusus ke kawasan Timur Tengah untuk mendorong jalur diplomasi.
Pendekatan Beijing disebut lebih senyap dibandingkan Pakistan. Associated Press melaporkan China berupaya mempengaruhi Iran melalui koordinasi dengan sejumlah perantara, termasuk Turki dan Mesir, sambil mendorong kerangka penyelesaian berbasis lima poin yang disusun bersama Pakistan.
Inisiatif tersebut mencakup seruan gencatan senjata segera, pembukaan perundingan damai, serta penyelesaian konflik yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Di balik langkah diplomatik itu, terdapat kepentingan lain yang berkaitan dengan hubungan China dan AS. Kunjungan Trump ke Beijing untuk bertemu Presiden sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada akhir Maret, namun ditunda akibat konflik Iran. Gedung Putih kemudian menjadwalkan ulang pertemuan tersebut pada pertengahan Mei.
Seorang diplomat di Washington kepada Politico menyebut penjadwalan ulang itu terkait langsung dengan perkembangan konflik. Pemerintahan Trump disebut baru akan mengusulkan tanggal baru setelah fase eskalasi mereda.
Gencatan senjata yang tercapai membuka ruang bagi pertemuan kedua pemimpin, yang diperkirakan juga akan membahas kesepakatan gencatan dagang AS-China yang masih rapuh.
Dalam kesepakatan awal, Iran menyetujui pembukaan kembali Selat Hormuz. Delegasi dari pihak-pihak terkait dijadwalkan bertemu di Islamabad pada Jumat untuk membahas kemungkinan perjanjian damai yang lebih luas.

0Komentar