Vladimir Zelenskyy, Presiden Ukraina. | OFFICE OF THE PRESIDENCE—UKRAINE


Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak negara-negara Eropa mengadopsi undang-undang yang memungkinkan penyitaan muatan minyak dari kapal tanker yang tergolong “armada bayangan” Rusia. Langkah itu dinilai penting untuk memutus salah satu sumber utama pendanaan perang Moskwa.

Seruan tersebut disampaikan Zelensky dalam pidato video kepada para pemimpin Joint Expeditionary Force (JEF) yang berkumpul di Helsinki, Finlandia, untuk KTT tahunan aliansi tersebut pada Kamis.

Menurutnya, kerangka hukum bersama diperlukan agar negara-negara Eropa dapat menahan kapal tanker yang dicurigai mengangkut minyak Rusia secara terselubung dan menyita muatannya.

"Kita perlu tindakan bersama untuk menciptakan undang-undang yang kuat di Eropa yang memungkinkan negara-negara memblokir kapal tanker Rusia dan menyita minyaknya," kata Zelensky. "Ini harus menjadi alat nyata untuk menghilangkan kemampuan Rusia menekan Eropa."

Seruan itu muncul ketika negara-negara Barat semakin menyoroti praktik “armada bayangan”—jaringan ratusan kapal tanker tua yang diduga digunakan Rusia untuk mengangkut minyak di luar mekanisme sanksi internasional. Kapal-kapal tersebut sering beroperasi dengan registrasi tidak jelas, menggunakan perusahaan cangkang, atau mematikan sistem pelacakan.

Beberapa negara Eropa dalam beberapa bulan terakhir mulai meningkatkan penindakan terhadap jaringan ini.

Zelensky menyebut penyitaan kapal tanker oleh Denmark, Swedia, dan Prancis sebagai bukti bahwa langkah hukum semacam itu dapat dilakukan. Ia menilai tindakan tersebut efektif membatasi ruang gerak jaringan pengangkut minyak Rusia yang beroperasi di perairan internasional.

Pekan lalu, angkatan laut Prancis menyita kapal tanker ketiga yang dikaitkan dengan armada bayangan Rusia di Laut Mediterania. Otoritas Swedia sebelumnya menahan kapal tanker Sea Owl I pada pertengahan Maret dan menangkap kaptennya atas dugaan pemalsuan dokumen.

Pada saat yang sama, Inggris juga memperketat langkah penegakan sanksi terhadap armada tersebut.

Pemerintah Inggris mengumumkan bahwa militer akan diberi wewenang untuk menaiki dan menyita kapal tanker yang terkena sanksi ketika melintasi perairan Inggris, termasuk di Selat Inggris—jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan kebijakan itu ditujukan untuk menghambat kemampuan Rusia memanfaatkan kenaikan harga energi global.

"Putin menggosok-gosok tangannya melihat perang di Timur Tengah karena dia pikir harga minyak yang lebih tinggi akan membuatnya mengeruk keuntungan," kata Starmer. "Itulah mengapa kami mengejar armada bayangannya dengan lebih keras lagi."

Laporan BBC menyebut pasukan khusus Inggris telah menyelesaikan pelatihan untuk operasi penaikan kapal di laut, dan pejabat pertahanan memperkirakan operasi pertama dapat dilakukan dalam waktu dekat.

Uni Eropa dan Inggris telah menjadikan armada bayangan Rusia sebagai target utama sanksi energi yang diterapkan sejak invasi penuh Rusia ke Ukraina pada 2022.

Menurut data terbaru, sekitar 598 kapal yang diduga terkait jaringan tersebut telah dikenai sanksi oleh Uni Eropa. Inggris secara terpisah menjatuhkan sanksi terhadap 544 kapal yang disebut mengangkut sekitar 75% ekspor minyak mentah Rusia.

Di sela KTT Helsinki, Zelensky juga kembali menegaskan keinginan Ukraina untuk bergabung secara penuh dalam JEF, aliansi pertahanan regional yang dipimpin Inggris dan beranggotakan 10 negara Eropa Utara.

Kelompok tersebut mencakup Inggris, Denmark, Estonia, Finlandia, Islandia, Latvia, Lituania, Belanda, Norwegia, dan Swedia. Ukraina saat ini berstatus sebagai mitra yang diperkuat setelah memperoleh posisi tersebut pada November 2025.

Dalam wawancara terpisah dengan harian Prancis Le Monde yang terbit Kamis, Zelensky memperingatkan bahwa pelonggaran sanksi terhadap Rusia akan langsung meningkatkan kapasitas militer Kremlin.

Ia menekankan bahwa pendapatan dari energi masih menjadi sumber utama pembiayaan perang Rusia.

"Uang berarti drone. Uang berarti orang. Orang berarti kontrak. Dan jika mereka tidak punya uang untuk kontrak, kekuatan mereka berkurang," ujar Zelensky.

Pernyataan itu muncul setelah pemerintah Amerika Serikat pada Maret memberikan izin sementara yang memungkinkan pembelian minyak Rusia yang terdampar di laut—kebijakan yang secara terbuka ditentang oleh Kyiv.