Presiden Donald J. Trump menyampaikan pidato di Verst Logistics Manufacturing di Hebron, Kentucky pada hari Rabu, 11 Maret 2026. | WHITE HOUSE/JOYCE N. BOGHOSIAN


Presiden Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap NATO dan Inggris, menilai aliansi tersebut gagal mendukung Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran yang telah berlangsung hampir empat minggu. Ia bahkan menyebut kapal induk Inggris sebagai “mainan” dibandingkan armada AS.

Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kabinet di Gedung Putih, pertemuan pertama sejak perang dimulai pada 28 Februari. Trump menggambarkan konflik ini sebagai “ujian bagi NATO” dan menilai respons sekutu datang terlambat, ketika posisi Iran menurutnya sudah melemah.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump menegaskan bahwa negara-negara NATO “sama sekali tidak berbuat apa-apa” dalam menghadapi Iran. “AS tidak memerlukan apa pun dari NATO, tapi ‘jangan pernah lupa’ momen yang sangat penting ini!” tulisnya.

Kritik paling keras diarahkan ke Inggris. Trump mengklaim London sempat menawarkan pengiriman kapal induk, namun baru setelah perang berlangsung berminggu-minggu. 

“Inggris bilang ‘kami akan mengirim kapal induk kami,’ yang sebenarnya bukan kapal induk terbaik,” ujarnya. “Itu mainan dibandingkan dengan yang kita punya.” Ia juga mengaku telah menyampaikan kepada Perdana Menteri Keir Starmer, “Tidak usah repot-repot. Kami tidak memerlukan itu”.

Klaim tersebut dibantah pemerintah Inggris. Downing Street menyatakan tidak pernah ada tawaran resmi untuk mengerahkan kapal induk, meski menegaskan kerja sama militer dengan AS tetap berjalan. Dua kapal induk kelas Queen Elizabeth—HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales—merupakan kapal perang terbesar yang pernah dibangun Angkatan Laut Inggris.

Ketegangan ini muncul di tengah tekanan terhadap sekutu Eropa untuk terlibat lebih aktif, terutama terkait keamanan jalur energi di Selat Hormuz. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengakui adanya “sedikit rasa frustrasi” dari Trump, namun menekankan bahwa ada “alasan yang kuat” di balik lambatnya respons negara-negara anggota.

Trump sebelumnya juga kembali menyinggung kemungkinan AS keluar dari NATO, menyebutnya sebagai “sesuatu yang harus kita pikirkan”, meski tidak sedang dikejar secara aktif. Sejak 2023, Kongres AS mensyaratkan persetujuan dua pertiga Senat untuk setiap langkah keluar dari aliansi tersebut.

Di parlemen Inggris, Starmer menepis ketegangan retorika dengan menekankan bahwa hubungan trans-Atlantik tetap solid. Ia menunjuk operasi bersama Royal Air Force dan militer AS di kawasan sebagai bukti koordinasi yang masih berjalan.

Konflik dengan Iran sendiri terus berkembang. Trump mengklaim AS telah “melumpuhkan” angkatan udara dan laut Iran serta menghancurkan “hampir 90%” kemampuan peluncuran rudalnya. Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam rapat kabinet memperingatkan potensi ancaman Iran terhadap kota-kota Eropa, termasuk London.

Data resmi menunjukkan korban jiwa terus bertambah. Lebih dari 1.500 orang dilaporkan tewas di Iran, sementara korban dari pihak AS, Israel, dan Lebanon juga meningkat. Di dalam negeri, jajak pendapat AP-NORC mencatat hampir 60% warga Amerika menilai aksi militer AS di Iran sudah melampaui batas.