Presiden Amerika Serikat menyatakan bahwa satu-satunya cara mengakhiri permusuhan dengan Iran adalah melalui “penyerahan tanpa syarat”. Pernyataan itu ia sampaikan pada Jumat (6 Maret) di tengah meningkatnya eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.
Dalam unggahan di platform media sosial , Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan membuka ruang perundingan jika Teheran tidak menyerah sepenuhnya.
“Tidak akan ada kesepakatan dengan Iran kecuali PENYERAHAN TANPA SYARAT,” tulisnya.
Pernyataan tersebut muncul saat Israel meningkatkan serangan terhadap sejumlah target yang disebut terkait dengan pemerintahan Iran. Serangan juga dilaporkan menyasar posisi kelompok Hizbullah di Beirut, Lebanon, yang selama ini menjadi sekutu dekat Teheran.
Di Washington, Menteri Pertahanan AS mengatakan operasi militer terhadap Iran berpotensi meningkat tajam. Ia menyebut serangan AS yang sedang berlangsung “akan melonjak secara dramatis”.
Trump dalam unggahan yang sama menggambarkan kemungkinan masa depan Iran setelah konflik berakhir. Ia mengatakan AS bersama para sekutunya siap membantu membangun kembali ekonomi negara itu jika pemerintah Iran mematuhi tuntutan Washington.
Menurut Trump, dukungan tersebut bergantung pada perubahan kepemimpinan di Iran. Ia menyebut Teheran harus memiliki “pemimpin yang hebat dan dapat diterima”.
“Setelah kapitulasi, kami akan membantu membawa Iran kembali dari ambang kehancuran dan membuatnya secara ekonomi lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari sebelumnya,” tulisnya.
Trump juga menutup pesannya dengan slogan baru yang ia sebut “MAKE IRAN GREAT AGAIN (MIGA!)”, sebuah variasi dari slogan politiknya “Make America Great Again”.
Pernyataan itu menambah ketegangan dalam konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, dengan serangkaian operasi militer yang terus berlangsung di beberapa wilayah Timur Tengah.

0Komentar