Fregat Iran IRIS Dena digambarkan berlabuh di pelabuhan Rio de Janeiro, Brasil, 28 Februari 2023. | Ricardo Morales/REUTERS


Sri Lanka mengevakuasi lebih dari 200 pelaut Iran ke daratan setelah sebuah kapal perang Iran rusak dan meminta bantuan menyusul serangan torpedo Amerika Serikat di dekat perairan selatan pulau itu. Para pelaut kini ditempatkan di fasilitas militer Sri Lanka, sementara kapal mereka berada di bawah pengawasan angkatan laut setempat.

Otoritas Sri Lanka membawa para awak kapal ke darat pada Kamis (5/3) setelah kapal Iran IRIS Bushehr melaporkan gangguan mesin dan meminta izin memasuki pelabuhan. Permintaan itu datang sehari setelah kapal Iran lain, IRIS Dena, dihantam torpedo AS di perairan selatan Sri Lanka.

Washington kemudian mengonfirmasi bahwa militer AS melakukan serangan tersebut. Sedikitnya 84 pelaut Iran dilaporkan tewas dan 64 lainnya masih hilang setelah kapal itu tenggelam.

Insiden itu menandai salah satu serangan militer pertama yang terjadi jauh di luar kawasan Timur Tengah sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada akhir Februari.

Menteri Pertahanan AS mengatakan serangan tersebut juga menjadi penggunaan torpedo pertama oleh kapal selam Amerika sejak Perang Dunia II.

Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake mengatakan pemerintahannya memilih fokus pada penyelamatan korban tanpa memihak pihak mana pun dalam konflik yang lebih luas.

"Pendekatan kami adalah bahwa setiap nyawa sama berharganya dengan kehidupan kita sendiri," tulis Dissanayake di X, seraya menyerukan perdamaian di tengah meningkatnya serangan balasan Iran terhadap kampanye militer Israel-AS.

Petugas kesehatan memindahkan jenazah pelaut Iran yang tewas dalam serangan torpedo AS di fregat IRIS Dena di lepas pantai selatan Sri Lanka. | Ishara S. Kodikara/AFP

Sebanyak 32 pelaut Iran sebelumnya ditemukan di laut oleh Angkatan Laut Sri Lanka dan dibawa ke rumah sakit di kota pelabuhan selatan Galle untuk mendapatkan perawatan.

Pemerintah Sri Lanka juga mengizinkan IRIS Bushehr memasuki perairan teritorialnya dan mengevakuasi sebagian besar awak kapal ke sebuah kamp militer di dekat ibu kota Kolombo.

Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan hampir seluruh kru kapal yang berjumlah 208 orang telah dipindahkan ke darat menggunakan tiga kapal Angkatan Laut Sri Lanka.

"Militer kami sekarang memegang kendali penuh atas kapal, yang akan dibawa ke Trincomalee," kata pejabat tersebut kepada AFP, merujuk pelabuhan di pantai timur Sri Lanka yang berjarak jauh dari pelabuhan utama Kolombo.

Empat warga Iran tetap berada di atas kapal untuk membantu pelaut Sri Lanka yang mengoperasikannya menuju pelabuhan.

Dalam pidato kepada publik beberapa jam sebelumnya, Dissanayake mengatakan keputusan mengevakuasi para pelaut merupakan langkah kemanusiaan yang mendesak.

"Semua tindakan kami ditujukan untuk menyelamatkan nyawa dan memastikan bahwa kemanusiaan menang," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa Sri Lanka tetap berpegang pada kebijakan luar negeri non-blok.

"Kami dengan cemburu menjaga kebijakan non-blok kami sambil memastikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan penyelamatan nyawa tetap menjadi prioritas utama kami."

Sri Lanka berusaha mempertahankan posisi netral di tengah meningkatnya ketegangan internasional. Amerika Serikat merupakan pasar ekspor terbesar negara itu, sementara Iran selama ini menjadi salah satu pembeli utama teh Sri Lanka, komoditas ekspor penting bagi ekonomi pulau tersebut.