![]() |
| pesawat tempur siluman Lockheed Martin F-35 Lightning II. | DEAN LEWINS/EPA |
Spanyol menutup wilayah udaranya bagi pesawat militer Amerika Serikat yang terlibat dalam operasi terkait perang melawan Iran. Keputusan ini mempertegas penolakan Madrid terhadap keterlibatan dalam konflik yang juga menyeret Israel.
Menteri Pertahanan Margarita Robles mengonfirmasi kebijakan tersebut kepada wartawan, menyusul laporan awal harian El País yang mengutip sumber militer. Penutupan mencakup larangan penggunaan wilayah udara maupun fasilitas pangkalan bersama oleh militer AS untuk operasi yang berkaitan dengan Iran.
Sejak awal, pemerintah Spanyol telah memberi sinyal tegas atas posisinya. Langkah ini melengkapi keputusan sebelumnya yang melarang penggunaan pangkalan militer bersama di Rota dan Moron oleh AS dalam operasi tersebut.
Robles menegaskan posisi itu telah disampaikan sejak awal kepada pihak AS. “Ini dibuat sangat jelas bagi militer dan pasukan Amerika sejak awal. Oleh karena itu, baik pangkalan tidak diizinkan, atau, tentu saja, penggunaan wilayah udara Spanyol tidak diizinkan untuk tindakan apa pun yang terkait dengan perang di Iran,” kata Robles.
Ia menambahkan, “Saya pikir semua orang tahu posisi Spanyol; sangat jelas,” seraya menyebut perang terhadap Iran sebagai “sangat ilegal dan sangat tidak adil”.
Kebijakan ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat antara Madrid dan Washington. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengancam akan memutus hubungan dagang dengan Spanyol setelah penolakan akses pangkalan tersebut, yang memaksa sekitar 15 pesawat AS untuk direlokasi.
Di bawah pemerintahan kiri yang dipimpin Perdana Menteri Pedro Sánchez, Spanyol tampil sebagai salah satu suara paling keras di Eropa yang menentang operasi militer AS dan Israel di Timur Tengah. Posisi ini kontras dengan sikap Uni Eropa yang cenderung mendorong de-eskalasi tanpa secara eksplisit menolak serangan terhadap Iran.
Sánchez sebelumnya menggambarkan konflik tersebut sebagai tindakan yang “tidak dapat dibenarkan” dan “berbahaya”. Ia juga memperingatkan dampak lebih luas dari eskalasi militer.
“Beginilah bagaimana bencana besar umat manusia dimulai ... Dunia tidak dapat menyelesaikan masalahnya dengan konflik dan bom,” ujarnya.
Selain sikap terhadap Iran, Madrid juga konsisten mengkritik operasi militer Israel di Gaza. Parlemen Spanyol pada Oktober lalu menyetujui pengesahan embargo senjata total terhadap Israel, termasuk larangan penjualan teknologi penggunaan ganda dan perlengkapan militer.
Ketegangan dengan Israel sempat meningkat setelah Spanyol mengakui negara Palestina pada Mei 2024, yang mendorong penarikan duta besar Israel dari Madrid.

0Komentar