Presiden Prabowo Subianto memulai kunjungan kenegaraan perdananya ke Jepang dengan mengamankan komitmen kerja sama bisnis senilai US$2,6 miliar. Kesepakatan itu diumumkan dalam forum bisnis Indonesia–Jepang di Tokyo, menandai dorongan baru dalam hubungan ekonomi kedua negara.
Prabowo tiba di Bandara Haneda pada Minggu (29/3) malam waktu setempat atas undangan Kaisar Naruhito. Kunjungan berlangsung hingga 31 Maret dan difokuskan pada penguatan kemitraan di sektor perdagangan, teknologi, energi, serta transformasi digital—bidang yang selama ini menjadi tulang punggung hubungan bilateral Jakarta–Tokyo.
Pada hari pertama agenda resmi, Prabowo menghadiri Japan-Indonesia Business Forum di Imperial Hotel. Sepuluh kesepakatan bisnis diteken dengan total nilai US$2,6 miliar, mencakup investasi lintas sektor yang diharapkan memperluas keterlibatan industri Jepang di Indonesia.
Selain agenda bisnis, Prabowo dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Akasaka Palace. Pertemuan bilateral ini akan membahas kerja sama investasi, energi, kelautan, hingga ekonomi digital.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah menyiapkan sejumlah isu strategis untuk dibahas dalam pertemuan tersebut.
“Contohnya dalam hal perdagangan, kemudian teknologi, pendidikan, dan termasuk dalam lingkup dalam hal kerja sama kehutanan dan lingkungan,” ujar Prasetyo.
Kunjungan ini berlangsung di tengah upaya Jepang memperkuat inisiatif Free and Open Indo-Pacific (FOIP), yang menempatkan Asia Tenggara sebagai kawasan prioritas. Indonesia dipandang memiliki posisi kunci dalam jalur pelayaran global dan peran sentral di ASEAN, menjadikannya mitra strategis dalam peta geopolitik kawasan.
Dalam lawatan ini, Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Setibanya di Tokyo, rombongan disambut oleh pejabat pemerintah Jepang dan Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir.
Usai rangkaian agenda di Jepang, Prabowo dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Korea Selatan untuk bertemu Presiden Lee Jae-myung pada 1 April 2026.

0Komentar