![]() |
| Presiden Rusia, Vladimir Putin. | TASS |
Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam keras tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel. Dalam pesan resmi kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Putin menyebut serangan itu sebagai pembunuhan yang melanggar norma kemanusiaan dan hukum internasional.
Pernyataan tersebut dirilis Kremlin pada 1 Maret, dua hari setelah Khamenei, 86 tahun, tewas dalam operasi militer yang menyasar sejumlah pejabat tinggi dan fasilitas strategis Iran. Media pemerintah Iran melaporkan serangan itu juga menewaskan beberapa anggota keluarga Khamenei.
"Terimalah belasungkawa mendalam saya sehubungan dengan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Seyed Ali Khamenei, dan anggota keluarganya, yang dilakukan dengan pelanggaran kejam terhadap semua norma moralitas kemanusiaan dan hukum internasional," kata Putin dalam pesannya.
Israel menyebut operasi tersebut dengan nama sandi Roaring Lion, sedangkan AS menamakannya Operation Epic Fury. Target utama dilaporkan adalah kediaman Khamenei di Teheran. Kematian Khamenei dikonfirmasi media milik negara Iran pada awal 1 Maret.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kematian itu melalui platform Truth Social. Ia menulis, "Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam Sejarah, telah mati".
Selain Khamenei, sejumlah pejabat militer Iran juga dilaporkan tewas, termasuk komandan Garda Revolusi Iran Mohammad Pakpour dan Menteri Pertahanan Amir Nasirzadeh.
Kementerian Luar Negeri Rusia sebelumnya sudah mengecam serangan tersebut. Dalam pernyataan yang dikutip Associated Press, Moskwa menyebutnya sebagai "tindakan agresi bersenjata yang sudah direncanakan dan tanpa provokasi terhadap negara anggota PBB yang berdaulat dan independen".
Kementerian itu memperingatkan risiko "bencana kemanusiaan, ekonomi, dan kemungkinan radiologis" serta menuduh Washington dan Tel Aviv "menjerumuskan Timur Tengah ke jurang eskalasi yang tidak terkendali".
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Sabtu berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Moskwa menyatakan siap membantu menjembatani upaya diplomatik, termasuk melalui posisinya di Dewan Keamanan PBB. Pemerintah Iran mengatakan akan mengupayakan sidang darurat Dewan Keamanan.
Hubungan Rusia dan Iran dalam beberapa tahun terakhir semakin erat, terutama sejak kedua negara menghadapi sanksi Barat. Pada Januari 2025, Putin dan Pezeshkian menandatangani pakta kerja sama luas yang memperkuat kemitraan strategis di berbagai bidang.
Di saat yang sama, Kremlin juga membuka ruang dialog dengan Washington. Putin sebelumnya memuji langkah Trump dalam mendorong mediasi untuk mengakhiri perang di Ukraina, dan kedua pemerintah disebut membahas kemungkinan pemulihan hubungan ekonomi.
Serangan terhadap Khamenei kini menempatkan Moskwa pada posisi yang sensitif di tengah dinamika baru hubungan Rusia dengan Teheran dan Washington.

0Komentar