![]() |
| Ahmad Vahidi menjadi kepala IRGC yang baru setelah pembunuhan Mohammad Pakpour. | X |
Iran menunjuk Ahmad Vahidi sebagai komandan tertinggi baru Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Minggu (waktu setempat), setelah serangan terkoordinasi Amerika Serikat dan Israel menewaskan sejumlah petinggi militer serta Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Media pemerintah Iran mengonfirmasi pengangkatan brigadir jenderal berusia 67 tahun itu, menggantikan Mohammad Pakpour yang tewas dalam serangan tersebut. Serangan yang oleh AS dinamai Operation Epic Fury dan oleh Israel disebut Operation Roar of the Lion itu juga dilaporkan merenggut nyawa Menteri Pertahanan Amir Nasirzadeh.
Penunjukan Vahidi berlangsung di tengah apa yang disebut sejumlah analis sebagai krisis kepemimpinan paling serius di Iran sejak Revolusi 1979. Struktur komando militer disebut terguncang, dengan sebagian rantai komando terputus dan kekhawatiran akan gelombang serangan lanjutan.
Veteran aparat keamanan Iran
Vahidi bukan nama baru di lingkaran keamanan Iran. Lahir di Shiraz pada 1958, ia bergabung dengan Garda Revolusi tak lama setelah revolusi dan meniti karier di bidang intelijen selama Perang Iran–Irak.
Pada awal 1990-an, ia menjadi komandan pendiri Pasukan Quds IRGC, unit yang bertanggung jawab atas operasi luar negeri. Jabatan itu dipegangnya hingga 1997 sebelum digantikan Qasem Soleimani.
Kariernya berlanjut ke ranah pemerintahan. Di bawah Presiden Mahmoud Ahmadinejad, Vahidi menjabat menteri pertahanan pada 2009–2013 dan terlibat dalam pengembangan sistem persenjataan konvensional, termasuk rudal dan kendaraan lapis baja. Pada 2021, ia dipercaya menjadi menteri dalam negeri dalam kabinet Presiden Ebrahim Raisi.
Sebelum pengangkatan resminya sebagai komandan IRGC, Vahidi telah menjabat wakil dan kepala sementara sejak Pakpour mengambil alih komando pada Juni lalu, menggantikan Hossein Salami yang tewas dalam konflik singkat 12 hari dengan Israel.
Diburu oleh Interpol
Pengangkatan Vahidi juga mengangkat kembali sorotan internasional terhadap status hukumnya. Sejak 2007, Red Notice Interpol diterbitkan atas permintaan Argentina terkait dugaan keterlibatannya dalam pengeboman pusat komunitas Yahudi AMIA di Buenos Aires pada 1994 yang menewaskan 85 orang.
Jaksa Argentina Alberto Nisman menyimpulkan bahwa Vahidi “memainkan peran utama dalam mengusulkan agar negara kami menjadi target serangan” dalam pertemuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada 1993. Pemerintah Iran membantah tuduhan tersebut.
Selain itu, Vahidi juga dikenai sanksi oleh AS dan Uni Eropa atas dugaan keterkaitan dengan terorisme dan proliferasi nuklir.
Krisis Kepemimpinan Makin Dalam
Serangan yang menewaskan Khamenei dan sejumlah pejabat senior itu memperdalam ketidakpastian politik di Teheran. IRGC menyatakan akan melakukan apa yang mereka sebut sebagai “operasi ofensif paling ganas dalam sejarah” sebagai balasan.
Laporan Iran International menyebut para pejabat militer yang tersisa mendesak keputusan cepat terkait suksesi kepemimpinan, sementara sebagian personel disebut enggan kembali ke pangkalan karena khawatir akan serangan susulan.
Tokoh politik senior Ali Larijani mengumumkan pembentukan dewan kepemimpinan sementara untuk menjalankan pemerintahan hingga Majelis Ahli bersidang memilih pemimpin tertinggi yang baru.

0Komentar