![]() |
| Pusat R&D untuk TSMC, produsen microchip paling canggih di dunia, di Hsinchu, Taiwan.John Ruwitch/NPR |
Tesla membuka lowongan insinyur semikonduktor senior di Taiwan pada 24 Maret, memicu sorotan baru atas ambisi perusahaan masuk lebih dalam ke rantai produksi chip sekaligus menarik talenta dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), produsen chip kontrak terbesar dunia.
Lowongan tersebut muncul hanya beberapa hari setelah CEO Tesla Elon Musk mengumumkan rencana pembangunan fasilitas manufaktur chip bernama Terafab di Austin, Texas, dengan estimasi biaya setidaknya US$25 miliar.
Fasilitas ini dirancang sebagai usaha patungan dengan SpaceX dan xAI untuk memproduksi chip kendaraan, robot humanoid, hingga prosesor satelit.
Menargetkan node proses paling maju
Iklan pekerjaan Tesla secara spesifik mencari kandidat dengan pengalaman lebih dari satu dekade di bidang teknologi fabrikasi mutakhir, termasuk arsitektur transistor Gate-All-Around, FinFET, serta jaringan distribusi daya sisi belakang. Keahlian tersebut umumnya terkait dengan produksi chip di bawah node 3 nanometer—segmen paling canggih dalam industri semikonduktor.
Peran yang ditawarkan mencakup pengembangan produk, peningkatan yield, optimalisasi proses, hingga pengujian wafer dan sertifikasi. Fungsi-fungsi ini selama ini menjadi inti operasi perusahaan foundry seperti TSMC dan Samsung.
Media Taiwan, Economic Daily News, melaporkan Tesla “menunjukkan dorongan besar-besaran untuk merekrut talenta semikonduktor di Taiwan dan berusaha membajak karyawan TSMC”. Sumber industri yang dikutip media tersebut menyebut langkah ini berpotensi memperketat ketersediaan tenaga ahli di pulau itu.
Tesla juga memperluas perekrutan ke Korea Selatan. Musk menulis di media sosial, “Jika Anda tinggal di Korea dan ingin bekerja di bidang desain chip, fab, atau perangkat lunak AI, lamar ke Tesla”.
Ambisi Terafab
Dalam presentasinya pada 21 Maret di Austin, Musk menggambarkan Terafab sebagai “upaya pembuatan chip paling epik dalam sejarah”. Ia menyebut pemasok saat ini seperti TSMC dan Samsung tidak mampu meningkatkan kapasitas cukup cepat untuk memenuhi kebutuhan perusahaannya.
Target produksi awal yang disampaikan mencapai 100.000 wafer starts per bulan, dengan rencana peningkatan hingga satu juta wafer—sekitar 70% dari total output global TSMC saat ini.
Sejumlah pelaku industri mempertanyakan kelayakan ambisi tersebut. CEO Nvidia Jensen Huang menyebut pembangunan pabrik chip mutakhir dari nol sebagai sesuatu yang “hampir mustahil”.
Analis Bernstein, Stacy Rasgon, mengatakan kepada Business Insider bahwa akses terhadap mesin litografi canggih dari ASML saja dapat memakan waktu “beberapa tahun” bagi pemain baru. Sementara analis Morgan Stanley memperkirakan biaya pembangunan fasilitas dengan kapasitas 100.000 wafer per bulan untuk chip logika mutakhir bisa mencapai US$45 miliar.
Seorang pejabat industri semikonduktor yang dikutip Chosun Biz Korea menyatakan bahwa “negara-negara dengan kapabilitas foundry canggih yang terkonsentrasi untuk menjalankan terafab adalah Taiwan dan Korea,” seraya menambahkan upaya Tesla merekrut dari TSMC dan Samsung Foundry “akan semakin gencar ke depannya”.

0Komentar