![]() |
| Presiden Prabowo, Presiden RI. BPMI SETPRES |
Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan momentum Idul Fitri 1447 Hijriah untuk menjalin komunikasi langsung dengan sejumlah pemimpin negara mayoritas Muslim, membahas situasi Timur Tengah yang kian memanas sekaligus mendorong penghentian konflik melalui jalur diplomasi.
Rangkaian kontak dilakukan melalui sambungan telepon dalam beberapa hari di sekitar Lebaran. Selain bertukar ucapan hari raya, percakapan diarahkan pada perkembangan regional, terutama meningkatnya ketegangan yang melibatkan Iran dan kawasan Teluk.
Situasi ini muncul setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari, yang kemudian memicu respons berantai di sejumlah negara di kawasan. Ketidakstabilan tersebut memperluas risiko terhadap keamanan regional dan jalur energi global.
Pada 19 Maret, Prabowo berbicara dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Dalam percakapan itu, Erdogan menekankan perlunya penghentian konflik yang meluas.
Direktorat Komunikasi Turki menyebut Erdogan menyerukan “penghentian segera terhadap konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah” dan memperingatkan bahwa “spiral kekerasan, yang dimulai dengan serangan terhadap Iran dan menyebar ke negara-negara Teluk, harus segera dihentikan”.
Komunikasi serupa berlanjut pada 22 Maret saat Prabowo menghubungi Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Kantor Perdana Menteri Pakistan menyatakan kedua pemimpin “menyerukan penghentian permusuhan segera dan penyelesaian semua perbedaan melalui dialog dan diplomasi”.
Sharif, melalui pernyataan di media sosial, menyebut dirinya berbicara dengan “saudaraku” Prabowo untuk menyampaikan ucapan Idul Fitri dan “bertukar pandangan mengenai situasi regional, khususnya di Iran dan kawasan Teluk”.
Kontak juga dilakukan dengan Raja Yordania Abdullah II serta Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, memperluas jangkauan komunikasi Indonesia ke sejumlah aktor kunci di Timur Tengah.
Langkah ini sejalan dengan posisi yang sebelumnya disampaikan pemerintah Indonesia. Sejak akhir Februari, Prabowo telah membuka peluang bagi Indonesia untuk berperan sebagai mediator dalam konflik, menawarkan fasilitasi dialog antara pihak-pihak yang terlibat.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut komunikasi dengan pemimpin negara lain masih akan berlanjut, menunggu penyesuaian jadwal. Di dalam negeri, Prabowo menjalani rangkaian kegiatan Lebaran dengan melaksanakan salat Id di Aceh Tamiang bersama warga terdampak banjir, sebelum kembali ke Jakarta untuk menggelar open house di Istana Kepresidenan.

0Komentar