![]() |
| Prabowo Subianto, Presiden RI. BPMI SETPRES |
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan tetap melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai prioritas, meski ruang fiskal tengah tertekan. Ia menyebut alokasi anggaran untuk program tersebut sebagai pilihan langsung untuk kebutuhan dasar masyarakat, dibanding risiko kebocoran anggaran.
Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan dengan jurnalis dan pakar di kediamannya di Hambalang, Bogor, 21 Maret 2026. Pemerintah saat ini mengandalkan efisiensi belanja negara untuk menjaga keberlanjutan program, di tengah tekanan global yang memengaruhi postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Prabowo mengatakan penghematan dilakukan dengan memangkas pos yang dinilai tidak produktif, seperti rapat di hotel, seminar, hingga perjalanan dinas. Dana yang dihemat kemudian dialihkan ke MBG tanpa mengubah parameter utama APBN.
“Ini yang kita hemat, uang ini yang kita alihkan kepada MBG. APBN kita tidak keluar dari parameter yang kita tetapkan,” ujar Prabowo dalam pernyataan sebelumnya terkait peresmian fasilitas pendukung program pada Februari 2026.
Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp335 triliun untuk MBG pada 2026, dengan target menjangkau 82,9 juta penerima. Program ini menjadi salah satu kebijakan sosial terbesar yang dijalankan pemerintah saat ini.
Di hadapan para jurnalis, Prabowo menekankan pilihan kebijakan tersebut. “Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” kata dia.
Pelaksanaan program juga diiringi pengetatan pengawasan. Pemerintah menghentikan sementara 1.030 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena tidak memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. Dapur yang ingin kembali beroperasi diwajibkan melalui proses sertifikasi ulang.
“Kalau dapur kamu mau survive, kamu harus lulus sertifikasi kebersihan, sertifikasi keamanan makanan. Kalau nggak beres, ditutup,” ujar Prabowo.
Selain aspek sosial, pemerintah memproyeksikan dampak ekonomi dari program ini. Pada fase puncak, sekitar 30.000 dapur MBG diperkirakan menyerap 1,5 juta tenaga kerja langsung dan menciptakan tambahan 1,5 juta pekerjaan di sektor pendukung, terutama rantai pasok pangan.
“Saya yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada,” kata Prabowo.

0Komentar