![]() |
| Presiden Prabowo Subianto bersama PM Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif. | BPMI SETPRES |
Pakistan, Indonesia, dan Malaysia tengah mengoordinasikan langkah diplomatik bersama untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah setelah konflik yang melibatkan Iran terus meluas. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dilaporkan merencanakan kunjungan bersama ke Teheran sebagai bagian dari misi yang bertujuan mendorong semua pihak menahan diri.
Rencana tersebut muncul setelah Sharif melakukan pembicaraan telepon terpisah dengan Prabowo dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Kamis, menurut keterangan Kantor Perdana Menteri Pakistan. Ketiga negara berpenduduk mayoritas Muslim itu sepakat untuk menyerukan “pengekangan maksimal” dari seluruh pihak yang terlibat dalam krisis.
Dalam pembicaraan teleponnya dengan Prabowo, Sharif membahas kemungkinan perjalanan bersama ke ibu kota Iran sebagai misi perdamaian. Ketua Majelis Pertimbangan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengatakan rencana tersebut telah dibicarakan langsung dengan presiden Indonesia.
“Perdana Menteri Pakistan bersedia mengunjungi Teheran bersama Presiden Prabowo,” kata Jimly setelah bertemu Prabowo, seraya menyebut langkah itu sebagai sinyal dukungan internasional bagi upaya meredakan konflik.
Iran sebelumnya melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Serangan juga menyasar fasilitas di beberapa negara serta infrastruktur minyak di Arab Saudi, memperluas dampak konflik di luar wilayah Iran.
Di tengah eskalasi tersebut, Pakistan berusaha memainkan peran sebagai perantara antara Iran dan Arab Saudi. Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar mengatakan kepada Senat bahwa Islamabad telah terlibat langsung dalam komunikasi dengan kedua negara.
Ia menjelaskan bahwa Pakistan menyampaikan pesan kepada pihak Iran mengenai hubungan pertahanan yang dimiliki Islamabad dengan Riyadh.
“Kami memiliki perjanjian pertahanan bersama dengan Arab Saudi,” kata Dar, merujuk pada Strategic Joint Defense Agreement yang ditandatangani kedua negara pada September 2025.
Menurutnya, Iran juga meminta jaminan bahwa wilayah Saudi tidak akan digunakan untuk melancarkan serangan terhadap negaranya.
Penasihat Perdana Menteri Pakistan Rana Sanaullah mengatakan kepemimpinan politik dan militer negaranya terus melakukan komunikasi intensif dengan Iran serta negara-negara Teluk. Pemerintah Pakistan juga mengaktifkan Crisis Management Unit untuk membantu warganya yang berada di kawasan konflik.
Evakuasi pelajar dan pekerja Pakistan dari Iran kini dilakukan melalui jalur darat.
Di Kuala Lumpur, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyerukan penghentian pertempuran secara segera dan tanpa syarat. Dalam unggahan di Facebook setelah berbicara dengan Sharif, ia menyebut serangan terhadap Iran melanggar hukum internasional.
“Tindakan-tindakan ini merupakan pelanggaran hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Anwar, seperti dikutip kantor berita negara Malaysia, Bernama.
Ia juga mendesak seluruh pihak untuk meredakan ketegangan melalui dialog dan jalur diplomatik.
Anwar sebelumnya menyampaikan kecaman terhadap serangan AS-Israel dalam pidato di parlemen Malaysia, yang mendapat dukungan dari berbagai partai. Pemerintahnya menyatakan akan memanfaatkan jaringan diplomasi melalui ASEAN dan Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) untuk mendorong upaya perdamaian.
Langkah diplomatik tiga negara ini berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran di antara negara-negara mayoritas Muslim yang warganya masih berada di berbagai negara Teluk, sementara sejumlah wilayah udara di kawasan tersebut ditutup akibat eskalasi konflik.

0Komentar