BPMI SETPRES


Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Jepang pada Minggu (29/3) untuk kunjungan resmi dengan agenda utama bertemu Kaisar Naruhito dan memperkuat kerja sama strategis kedua negara.

Pesawat kepresidenan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 10.35 WIB. Dalam kunjungan yang berlangsung hingga 31 Maret itu, Prabowo dijadwalkan melakukan state call kepada Kaisar Naruhito serta menghadiri jamuan makan siang kenegaraan.

Selain agenda kenegaraan, Presiden juga akan bertemu Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Akasaka Palace, Tokyo. Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan kerja sama investasi, energi, kelautan, dan sektor digital.

Kementerian Luar Negeri Jepang menyebut kunjungan ini sebagai peluang untuk memperkuat kemitraan komprehensif dan strategis antara kedua negara, di tengah dinamika kawasan Asia Timur yang kian kompleks.

Sebelum bertolak, Prabowo menggelar rapat terbatas kabinet pada Sabtu (28/3) melalui video conference bersama sekitar 15 menteri. Pembahasan difokuskan pada penyesuaian kebijakan ekonomi dan energi.

Sejumlah menteri hadir dalam rapat tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Investasi Rosan Roeslani.

Rapat itu menjadi kelanjutan dari diskusi kabinet sebelumnya mengenai ketahanan energi, termasuk pembahasan proyek pengolahan sampah menjadi listrik dan pengembangan energi alternatif dalam agenda hilirisasi.

Dalam lawatan ke Jepang, Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan rangkaian kunjungan ini merupakan bagian dari strategi diplomasi aktif Indonesia di kawasan. 

“Rangkaian lawatan ini menjadi bagian dari diplomasi aktif Indonesia untuk memperkuat posisi strategis di kawasan Asia Timur,” ujarnya.

Usai dari Jepang, rombongan dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Korea Selatan pada 31 Maret hingga 2 April untuk bertemu Presiden Lee Jae-myung.