Dalam foto yang dirilis Kementerian Komunikasi dan Informasi Singapura ini, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong berpidato setelah dilantik di Istana di Singapura, Rabu, 15 Mei 2024. | Ministry of Communications and Information


Perdana Menteri Lawrence Wong menegaskan negara-negara ASEAN tidak ingin memihak dalam rivalitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok, di tengah meningkatnya tekanan geopolitik di kawasan.

Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan Boao Forum for Asia 2026 di Hainan, ketika dinamika persaingan kekuatan besar kembali menjadi sorotan. Wong menyebut pendekatan ASEAN tetap berpegang pada keterlibatan terbuka dengan semua pihak.

"Tidak ada negara ASEAN yang ingin memihak. Jadi posisi ASEAN adalah melakukan keterlibatan aktif ke segala arah dengan semua kekuatan besar dan membangun kawasan yang terbuka dan inklusif," kata Wong, dikutip Channel News Asia.

Ia menekankan sikap tersebut bukan hanya posisi Singapura, melainkan mencerminkan konsensus kawasan. Negara-negara ASEAN, menurutnya, berupaya menjaga hubungan seimbang meski rivalitas global kian mengeras.

Dalam pidatonya di forum, Wong mengakui hubungan antar kekuatan besar sedang memasuki fase sulit, termasuk antara Tiongkok dan Jepang. Ia menilai kawasan dihadapkan pada pilihan antara memperdalam fragmentasi atau menjaga kerja sama. 

"Kita bisa hanyut ke arah rivalitas dan fragmentasi, atau kita bisa memilih kerja sama dan keterbukaan," ujarnya.

Forum Boao tahun ini dihadiri sekitar 2.000 peserta dari lebih 60 negara. Dalam forum yang sama, ilmuwan politik Zheng Yongnian menilai rencana pembangunan jangka menengah Tiongkok memberi kepastian institusional yang relatif stabil di tengah ketidakpastian global. Ia menyebut model modernisasi Tiongkok sebagai pendekatan “open-source” yang membuka peluang bagi negara berkembang.

Di Washington, perhatian terhadap Asia Tenggara juga menguat. Dalam sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat, diplomat Kevin Kim—yang dinominasikan Presiden Donald Trump sebagai duta besar AS untuk ASEAN—menyebut kawasan ini sebagai jalur strategis perdagangan global.

Kim menyoroti sekitar sepertiga pelayaran dunia melintasi kawasan tersebut. Ia menegaskan ekonomi ASEAN dengan nilai gabungan sekitar US$4 triliun menjadi pasar penting bagi ekspor Amerika Serikat. 

"Kami masih tetap menjadi penyedia FDI terbesar ke Asia Tenggara," katanya, seraya menegaskan ambisi Washington mempertahankan posisi sebagai “mitra pilihan utama”.

Asia Tenggara kini berada di persimpangan kepentingan dua kekuatan besar. Tiongkok tercatat sebagai mitra dagang terbesar ASEAN, sementara AS masih menjadi sumber investasi asing langsung terbesar. 

Laporan Forum Boao menyebut hubungan ekonomi ASEAN–Tiongkok tetap menjadi salah satu penopang stabilitas regional, dengan keterkaitan rantai nilai yang kian dalam.

Wong juga menyinggung arah kebijakan Singapura menjelang kepemimpinan ASEAN pada 2027. Ia mengatakan integrasi kawasan akan diperkuat, bersamaan dengan perluasan kemitraan ke Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, India, hingga negara-negara Teluk.