Presiden Prabowo berpidato di acara peringatan satu tahun berdirinya Badan Pengelola Investasi Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3). | TIM MEDIA PRABOWO

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana menempatkan utusan khusus presiden di setiap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memperketat pengawasan terhadap pengelolaan aset negara. Kebijakan ini disampaikan saat peringatan satu tahun berdirinya Badan Pengelola Investasi Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3).

Langkah itu disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kontrol terhadap perusahaan-perusahaan milik negara yang saat ini berada di bawah koordinasi lembaga pengelola investasi tersebut.

“Saya telah menunjuk utusan-utusan khusus presiden, dan mungkin akan saya tunjuk nanti utusan-utusan khusus untuk di tiap BUMN yang kita kelola. Kita harus mengawasi karena ini adalah darah bangsa Indonesia,” ujar Prabowo, seperti dikutip kantor berita Antara.

Pernyataan itu disampaikan di tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan terhadap pengelolaan aset negara yang nilainya sangat besar. Prabowo mengingatkan bahwa kebocoran dalam pengelolaan kekayaan negara dapat berdampak serius bagi perekonomian nasional.

Ia menilai sistem pengawasan terhadap Danantara saat ini sudah melibatkan banyak lembaga negara. Presiden menyebut lembaga tersebut sebagai salah satu institusi yang paling diawasi di Indonesia.

Struktur pengawasannya mencakup Dewan Pengawas yang berisi hampir seluruh menteri koordinator di kabinet, serta lembaga-lembaga pengawasan dan penegakan hukum seperti Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Tentara Nasional Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga memperingatkan para pengelola agar tidak menyampaikan laporan yang dimanipulasi atau dibuat untuk menyenangkan atasan.

“Jangan main-main lagi dengan saya laporan palsu. Laporan menyenangkan, laporan supaya bisa akal-akalan, saya kasih peringatan keras ini,” katanya, sebagaimana diberitakan Media Indonesia.

Di forum tersebut, Prabowo juga menyinggung kinerja perusahaan-perusahaan negara yang berada di bawah pengelolaan Danantara. Ia menyebut tingkat pengembalian aset atau return on assets (ROA) BUMN pada 2025 meningkat lebih dari 300% dibandingkan periode sebelumnya.

Meski demikian, ia menilai capaian tersebut masih jauh dari target yang diharapkan pemerintah.

Prabowo mengatakan pemerintah menargetkan ROA ideal sekitar 10% per tahun, dengan target jangka pendek sebesar 5%. Jika target tersebut tercapai, Danantara diperkirakan dapat menyetorkan sekitar US$50 miliar atau sekitar Rp800 triliun setiap tahun kepada negara.

“Jadi pimpinan Danantara, sasaranmu masih jauh,” ujarnya, seperti dilaporkan Bloomberg Technoz.

Danantara saat ini mengelola lebih dari 1.000 entitas perusahaan pelat merah. Pemerintah menilai konsolidasi pengelolaan BUMN di bawah satu manajemen investasi dapat membantu memaksimalkan pemanfaatan aset negara sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.