![]() |
| Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan. |
Menteri Keuangan menyatakan pemerintah tengah mengkaji langkah untuk menyeimbangkan dominasi perusahaan asal China di ekosistem marketplace Indonesia, termasuk dengan menghidupkan kembali pelaku domestik.
Pernyataan itu disampaikan setelah ia menerima berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi pasar digital yang dinilai semakin dikuasai platform dan produk asing. Isu ini, menurutnya, muncul kuat dalam interaksi langsung dengan publik menjelang Lebaran.
Kekhawatiran tersebut muncul di tengah pesatnya pertumbuhan perdagangan digital di Indonesia, yang dalam beberapa tahun terakhir didorong oleh ekspansi perusahaan teknologi global dan regional. Platform seperti yang kini memiliki keterkaitan dengan kepemilikan asing, serta penetrasi ke sektor e-commerce, menjadi sorotan dalam diskusi tersebut.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Purbaya menyebut keluhan publik banyak berfokus pada persepsi bahwa marketplace dalam negeri tidak lagi sepenuhnya dikendalikan oleh pelaku lokal.
“Marketplace, katanya dikuasai sana (China) semua. Saya lagi mikir bagaimana membalikkan marketplace-nya,” ujarnya.
Ia menilai perkembangan digitalisasi yang tidak diimbangi dengan penguatan pelaku domestik berpotensi membuat pasar dalam negeri semakin terbuka bagi produk luar.
“Boleh dibilang digitalisasi, kalau seperti itu sepertinya memberikan pasar ke China langsung,” katanya.
Purbaya mengatakan pemerintah kini sedang menelaah kemungkinan menghidupkan kembali perusahaan dalam negeri agar mampu bersaing di pasar digital. Upaya ini disebut sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat permintaan domestik di tengah ketidakpastian global.
Menurut laporan kantor berita ANTARA, kebijakan tersebut juga berkaitan dengan langkah menjaga daya beli masyarakat, mendorong peran sektor swasta, serta memastikan belanja pemerintah terserap tepat waktu.
Perhatian terhadap dominasi produk dan perusahaan asal China sebelumnya juga pernah disampaikan Purbaya. Pada Oktober 2025, ia menyoroti tingginya porsi produk busana muslim impor dari China yang disebut mencapai 99% di pasar domestik. Kini, fokusnya meluas dari produk ke struktur kepemilikan platform digital.
Di tengah isu tersebut, pemerintah tetap memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 berada di kisaran 5,7%.

0Komentar