Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine mengadakan konferensi pers di Pentagon, Washington, DC, 22 Juni 2025. | U.S. Navy Petty Officer 1st Class Alexander Kubitza


Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth memperingatkan bahwa kemampuan rudal Iran berpotensi menjangkau kota-kota besar Eropa, termasuk London. Peringatan itu disampaikan dalam rapat kabinet di Washington pada Kamis (26/3), di tengah perang antara AS dan Iran yang telah berlangsung hampir satu bulan.

Hegseth mengatakan Iran telah menunjukkan kemampuan menyerang target sejauh sekitar 4.000 kilometer dari wilayahnya. Jarak tersebut kurang lebih sama dengan lintasan dari Teheran menuju ibu kota Inggris.

Peringatan itu muncul setelah insiden peluncuran rudal yang menargetkan pangkalan militer gabungan AS–Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia, pekan lalu. Pangkalan tersebut berjarak sekitar 4.000 kilometer dari Iran.

Menurut pejabat AS yang dikutip The Wall Street Journal, Iran meluncurkan dua rudal balistik jarak menengah ke arah pangkalan tersebut sekitar 21 Maret. Tidak ada rudal yang mencapai target. Satu rudal dilaporkan mengalami kerusakan saat terbang, sedangkan rudal lainnya dicegat kapal perusak AS menggunakan pencegat SM-3.

Insiden itu memicu perhatian baru terhadap jangkauan arsenal rudal Iran. Selama ini banyak penilaian intelijen Barat memperkirakan kemampuan rudal Teheran terbatas hingga sekitar 2.000 kilometer.

Pemerintah Iran sendiri sebelumnya menyatakan telah membatasi jangkauan program rudalnya pada jarak tersebut. Pernyataan itu berulang kali disampaikan oleh pejabat Kementerian Luar Negeri Iran dalam berbagai forum internasional.

Namun sejumlah pejabat militer Israel menilai kemampuan Iran kemungkinan lebih luas. Kepala Staf Israel Defense Forces (IDF) Eyal Zamir mengatakan rudal yang diuji Iran berpotensi menjangkau sejumlah ibu kota Eropa.

“Rudal-rudal tersebut dapat mencapai London, Paris atau Berlin,” kata Zamir dalam pernyataan yang dikutip berbagai media Barat.

Ketidakpastian soal asal peluncuran rudal Diego Garcia juga muncul di tingkat NATO. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan aliansi itu belum dapat memverifikasi keterlibatan langsung Iran dalam serangan tersebut.

“Kami tidak dapat mengonfirmasi hal itu saat ini, jadi kami sedang menyelidikinya,” kata Rutte kepada CBS News.

Ia menambahkan bahwa meski laporan tersebut belum diverifikasi sepenuhnya, NATO mengetahui Iran “sangat dekat untuk memiliki kemampuan itu”.

Teheran membantah seluruh tuduhan terkait serangan tersebut. Kementerian luar negeri Iran menyebut tudingan itu sebagai “operasi bendera palsu” yang dilakukan Israel untuk memperluas konflik.

Di London, seorang menteri senior pemerintah Inggris mengatakan peringatan tentang kemampuan rudal Iran menjangkau Eropa dinilai “berlebihan”. Ia menyatakan Inggris memiliki sistem pertahanan yang memadai.

Namun Kementerian Pertahanan Inggris mengakui bahwa peluncuran rudal menuju Diego Garcia memang terjadi. Pihaknya menyebut insiden itu sebagai ancaman terhadap kepentingan Inggris di kawasan.

Ketegangan ini terjadi ketika perang antara Amerika Serikat dan Iran memasuki minggu keempat sejak operasi militer Washington dimulai pada 28 Februari.

Presiden Donald Trump mengatakan pemerintahannya terus membuka jalur diplomasi di tengah operasi militer yang sedang berlangsung. Ia mengklaim Iran “memohon-mohon” untuk mencapai kesepakatan dan menyebut kampanye militer AS berjalan “lebih cepat dari jadwal”.

Utusan khusus AS Steve Witkoff mengatakan Washington telah menyampaikan kerangka perdamaian berisi 15 poin kepada Teheran melalui mediasi Pakistan. Proposal itu dimaksudkan sebagai dasar pembicaraan untuk mengakhiri konflik.

Iran menolak proposal tersebut dan mengajukan lima syarat tersendiri sebagai dasar penghentian perang.

Di Washington, sejumlah anggota parlemen dari Partai Republik yang mengikuti pengarahan tertutup pekan ini menyampaikan frustrasi terhadap jalannya konflik. Mereka menilai pemerintah belum memaparkan strategi keluar yang jelas dari perang yang terus meluas.