![]() |
| Ayatollah Alireza Arafi, seorang ulama senior dan tokoh politik penting di Iran. |
Klaim yang menyebut Ayatollah Alireza Arafi tewas dalam serangan udara beredar luas di media sosial pada Senin (2/3), hanya beberapa jam setelah ia diumumkan sebagai anggota dewan kepemimpinan sementara Iran. Hingga hari yang sama, tidak ada konfirmasi dari media pemerintah Iran maupun kantor berita internasional besar mengenai laporan tersebut.
Sejumlah kanal berita India, termasuk Times Now dan The Daily Jagran, menyiarkan kabar itu dengan menyebutnya belum terverifikasi. Media berbahasa Hindi, Patrika, mengaitkan klaim tersebut dengan mantan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, , yang disebut-sebut menyatakan Arafi tewas dalam serangan gabungan AS-Israel. Namun tidak ada sumber primer, termasuk pernyataan langsung dari Flynn, yang dapat diverifikasi secara independen oleh media arus utama Barat.
Liputan langsung CNBC per 2 Maret masih menggambarkan Iran berada dalam “masa transisi kepemimpinan yang sensitif”, dengan menyebut Arafi dalam kapasitas resminya sebagai anggota dewan sementara bersama Presiden . Tidak ada rujukan mengenai serangan yang menargetkan Arafi.
Arafi diumumkan sebagai anggota dewan kepemimpinan sementara pada 1 Maret, sehari setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran, , yang menurut pejabat Israel dan AS tewas dalam serangan udara gabungan pada 28 Februari. Media pemerintah Iran baru mengonfirmasi kematian Khamenei keesokan harinya, setelah sebelumnya sempat membantah laporan tersebut.
Dewan sementara dibentuk berdasarkan Pasal 111 Konstitusi Iran untuk mengisi kekosongan kepemimpinan hingga Majelis Ahli memilih pengganti permanen. Selain Arafi dan Presiden Pezeshkian, dewan tersebut juga mencakup Ketua Mahkamah Agung .
Juru bicara Dewan Pemecah Kebuntuan, Mohsen Dehnavi, menyatakan dalam unggahan di platform X bahwa lembaga tersebut telah memilih Arafi sebagai anggota dewan kepemimpinan sementara. Pernyataan itu dikutip The Times of Israel. Dalam rekaman video yang disiarkan televisi negara, Presiden Pezeshkian mengatakan dewan telah mulai menjalankan tugasnya pada 1 Maret.
Gelombang spekulasi mengenai nasib Arafi muncul di tengah situasi keamanan yang masih rapuh. Serangan udara dilaporkan terus berlangsung di sejumlah wilayah Iran. Perhimpunan Bulan Sabit Merah Iran menyebut sedikitnya 555 orang tewas sejauh ini. Tekanan terhadap infrastruktur komunikasi juga menyulitkan verifikasi independen dari dalam negeri.
Kebingungan informasi yang menyertai klaim mengenai Arafi mengingatkan pada jeda konfirmasi kematian Khamenei beberapa hari sebelumnya. Saat itu, pengumuman dari Israel dan AS lebih dulu beredar sebelum pemerintah Iran menyampaikan pengakuan resmi.
Hingga Senin malam waktu setempat, tidak ada pernyataan resmi dari otoritas Iran yang membenarkan maupun membantah laporan mengenai Arafi. Media internasional besar juga belum melaporkan adanya bukti yang menguatkan klaim tersebut.

0Komentar