Giorgia Meloni, Perdana Menteri Italia. Pembukaan Resmi: Momen Inventarisasi Sistem Pangan PBB. Momen Inventarisasi KTT Sistem Pangan PBB +2. | FAO/Giulio Napolitano


Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni secara terbuka mengkritik langkah Amerika Serikat dan Israel yang melancarkan operasi militer gabungan terhadap Iran tanpa melibatkan negara-negara Eropa. Pernyataan itu disampaikan saat konflik memasuki hari ketiga dan serangan balasan Teheran meluas ke sejumlah negara di Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Italia Tg5, Meloni menyinggung kegagalan perundingan nuklir yang menurutnya menjadi titik balik eskalasi. Ia mengatakan Washington dan Yerusalem bertindak sepihak setelah diplomasi tak membuahkan hasil.

"Setelah kegagalan negosiasi, Amerika Serikat dan Israel memilih untuk melakukan intervensi tanpa melibatkan mitra-mitra Eropa," ujarnya.

Meloni menekankan Italia telah menginvestasikan sumber daya politik untuk mendorong tercapainya kesepakatan serius terkait program nuklir Iran. Pemerintah Italia, melalui pernyataan resmi Palazzo Chigi, menyatakan fokus Roma kini adalah menahan meluasnya krisis sekaligus tetap membuka jalur diplomatik.

Para menteri luar negeri Uni Eropa dan kelompok G7 dijadwalkan menggelar pertemuan darurat akhir pekan ini guna menyelaraskan respons. Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengikuti Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa dan melakukan pembicaraan dengan mitranya dari Qatar. Tajani mengecam serangan rudal Iran ke wilayah Qatar sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Qatar".

Ketegangan meningkat setelah Iran meluncurkan ratusan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer AS serta kota-kota di kawasan Teluk. Serangan tersebut disebut sebagai balasan atas operasi militer AS–Israel yang dimulai pada 28 Februari. Target dilaporkan berada di Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, Yordania, Arab Saudi, dan Israel.

Meloni menggambarkan eskalasi ini sebagai bagian dari kemunduran tatanan hukum internasional yang lebih luas. Ia mengaitkannya dengan dinamika geopolitik sejak invasi Rusia ke Ukraina.

"Tidak dapat dihindari bahwa ini akan mengarah pada musim kekacauan," katanya, seraya menyinggung meningkatnya risiko terorisme. 

Ia menyebut Menteri Dalam Negeri Italia Matteo Piantedosi telah menggelar rapat Komite Nasional untuk Ketertiban dan Keamanan Publik, dan badan intelijen Italia dikerahkan untuk memantau situasi.

Selama akhir pekan, Meloni melakukan serangkaian percakapan dengan para pemimpin Eropa dan kawasan Teluk, termasuk Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, serta Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Ia juga berbicara dengan sejumlah pemimpin negara Teluk dan Yordania.

Menurut Palazzo Chigi, Meloni "menyatakan kedekatan pemerintah Italia dengan para pemimpin Teluk dan mengutuk serangan-serangan yang tidak dapat dibenarkan yang dialami oleh negara-negara mereka".

Di Iran, Bulan Sabit Merah yang dikutip Al Jazeera melaporkan sedikitnya 555 orang tewas sejak serangan dimulai pada Sabtu. Militer AS menyebut enam warga Amerika meninggal dunia. Presiden AS Donald Trump mengatakan operasi militer itu dapat berlangsung empat hingga lima minggu, perkiraan yang diperdebatkan sejumlah analis.