Selat Hormuz, sebuah jalur air strategis yang krusial bagi perdagangan dunia.


Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Senin (9/3) menawarkan akses melewati Selat Hormuz kepada negara Arab atau Eropa yang mengusir duta besar Amerika Serikat dan Israel dari wilayahnya. Penawaran ini mulai berlaku Selasa (10/3) dan menandai strategi diplomatik baru Teheran di tengah ketegangan dengan AS dan Israel yang memasuki minggu kedua.

Selat Hormuz, koridor sempit yang memisahkan Iran dan Oman, mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dunia. Sejak serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari, IRGC secara efektif menutup jalur ini. 

Seorang komandan IRGC menyatakan sebelumnya bahwa kapal apa pun yang mencoba melewati selat akan diserang. Pada 5 Maret, blokade dikurangi, hanya menarget kapal dari AS, Israel, Eropa, dan sekutu Barat, sementara kapal lain diperbolehkan melintas.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi menekankan bahwa satu-satunya syarat Teheran untuk menghentikan permusuhan adalah "tidak ada agresi lebih lanjut" dari AS dan Israel. Ia juga menyebut bahwa Rusia, Tiongkok, dan Prancis telah menghubungi Iran untuk mendorong deeskalasi.

Namun, sinyal dari Teheran tidak sepenuhnya konsisten. Beberapa jam sebelum pengumuman IRGC, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani meragukan apakah keamanan perlintasan benar-benar bisa dijamin.

"Tidak mungkin keamanan dapat tercapai di Selat Hormuz di tengah kobaran api perang yang dinyalakan oleh Amerika Serikat dan Israel di kawasan ini," tulis Larijani di X, menanggapi rencana Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengumumkan misi pengawalan angkatan laut Eropa untuk membuka selat tersebut.

Macron menjelaskan bahwa Prancis tengah menyiapkan kekuatan angkatan laut yang "belum pernah terjadi sebelumnya", termasuk kapal induk Charles de Gaulle, delapan fregat, dan dua kapal induk helikopter amfibi, dengan tambahan kapal perang dari Yunani, Italia, Belanda, Spanyol, dan Inggris. 

"Misi ini bukan bersifat ofensif. Ini berfokus pada pengawalan dan pemberian dukungan," kata Macron saat berbicara di pangkalan militer Paphos, Siprus.

Konflik yang dipicu oleh serangan gabungan AS-Israel telah menewaskan setidaknya 787 orang di Iran hingga awal Maret, menurut Palang Merah Iran. Iran membalas dengan lebih dari 1.000 rudal dan serangan drone menarget aset AS, Israel, dan negara-negara Teluk. Setidaknya delapan kapal komersial rusak di dekat selat, sementara IRGC memperingatkan bahwa mereka "menunggu" kapal angkatan laut AS yang berusaha mengawal jalur air tersebut.

Penawaran akses Selat Hormuz oleh IRGC menambah dimensi baru dalam kampanye diplomatik Teheran, sekaligus meningkatkan tekanan terhadap negara-negara Teluk dan Eropa yang bergantung pada jalur vital ini untuk impor energi.