Asap membubung dari pelabuhan Jebel Ali setelah serangan Iran di Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (1/3/2026). Rentetan serangan Iran ke pangkalan-pangkalan militer AS di negara Teluk terus meningkat setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. | AFP/FADEL SENNA


Dua drone yang disebut diluncurkan Iran menghantam gudang logistik di Pangkalan Angkatan Laut Al Salam, Abu Dhabi, pada Minggu (2/3), memicu kebakaran pada dua kontainer penyimpanan tanpa menimbulkan korban jiwa. Serangan ini menandai eskalasi terbaru dalam rangkaian serangan lintas kawasan setelah konflik terbuka melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel pecah akhir Februari.

Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan fasilitas yang terdampak menyimpan bahan umum dan tidak berkaitan dengan persenjataan strategis. Pangkalan tersebut atau yang juga dikenal sebagai Camp de la Paixmerupakan instalasi militer milik UEA yang menjadi markas pasukan Prancis atas undangan pemerintah Emirat. Militer Prancis menolak memberikan komentar terkait insiden tersebut.

Serangan itu terjadi di tengah kampanye pembalasan Iran yang diluncurkan setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari menargetkan sejumlah fasilitas di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersama sejumlah pejabat senior lain, memicu respons militer skala luas dari Teheran.

UEA mengecam keras serangan drone tersebut dan menilainya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Dalam pernyataan resminya, kementerian menyebut tindakan itu sebagai agresi terbuka terhadap kedaulatan negara.

UEA juga menegaskan haknya untuk merespons situasi tersebut. “UEA berhak penuh untuk merespons eskalasi ini dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi wilayah, warga negara, dan penduduknya,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan.

Di Teheran, Garda Revolusi Iran menyatakan operasi militer mereka menyasar kepentingan AS di kawasan. Dalam pernyataannya, mereka mengatakan seluruh wilayah dan pangkalan AS yang disebut sebagai target “kriminal” telah menerima serangan balasan besar, serta menegaskan operasi akan berlanjut “sampai musuh dikalahkan secara menentukan”.

Data militer UEA menunjukkan skala serangan yang meluas sejak 28 Februari. Iran dilaporkan meluncurkan 165 rudal balistik, dua rudal jelajah, serta 541 drone ke wilayah Emirat. 

Sistem pertahanan udara UEA mengklaim berhasil menghancurkan 152 rudal balistik, sementara 13 lainnya jatuh ke laut. Dari ratusan drone yang diluncurkan, sekitar 506 berhasil dicegat, namun 35 unit mencapai wilayah daratan dan menyebabkan kerusakan material.

Serangan tersebut menewaskan tiga orang masing-masing warga Pakistan, Nepal, dan Bangladesh.serta melukai 58 orang dari berbagai kewarganegaraan. Dampak serangan juga terasa di sejumlah infrastruktur sipil utama. 

Sebuah concourse di Bandara Internasional Dubai mengalami kerusakan yang melukai empat pekerja, sementara puing drone yang berhasil dicegat memicu kebakaran pada fasad luar Burj Al Arab. Di Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi, satu orang dilaporkan tewas dan tujuh lainnya luka akibat jatuhan serpihan.

Gangguan keamanan memaksa penutupan ruang udara di berbagai negara Teluk. BBC melaporkan penghentian penerbangan di kawasan itu menjadi salah satu gangguan perjalanan internasional paling besar sejak pandemi Covid-19.

Ledakan juga dilaporkan terjadi pada hari yang sama di Doha, Manama, dan Kuwait, setelah proyektil Iran menghantam fasilitas yang digunakan personel militer AS di negara-negara tersebut.