Sebuah kapal tanker minyak mentah milik perusahaan tanker minyak terkemuka Rusia, Sovcomflot, melintasi Selat Bosporus di Istanbul, Turki, pada 6 September 2020. Foto: Reuters.


Amerika Serikat memberikan keringanan sementara selama 30 hari yang memungkinkan minyak Rusia yang sudah berada di laut tetap dijual ke India. Kebijakan ini diambil ketika konflik dengan Iran mengganggu pasokan minyak mentah dari Timur Tengah, terutama melalui Selat Hormuz.

Dua pejabat senior AS mengatakan kepada Reuters bahwa Washington menerbitkan lisensi umum yang mengizinkan transaksi minyak Rusia yang saat ini terdampar di laut. Lisensi itu memungkinkan pengiriman berlanjut meskipun ada pembatasan sanksi terhadap sektor energi Rusia.

Para pejabat tersebut menegaskan izin itu bersifat terbatas dan hanya berlaku untuk minyak yang sudah berada dalam perjalanan. “Tidak mungkin memberikan manfaat finansial yang signifikan kepada Rusia,” kata salah satu pejabat AS.

Kebijakan ini muncul ketika kilang minyak India berusaha cepat mencari pasokan pengganti setelah jalur utama impor melalui Selat Hormuz terganggu. Menurut laporan Reuters, perusahaan milik negara seperti Indian Oil Corporation, Bharat Petroleum, Hindustan Petroleum, dan Mangalore Refinery and Petrochemicals sedang bernegosiasi dengan para pedagang untuk mengamankan pengiriman minyak Rusia.

Sejauh ini, kilang-kilang India disebut telah membeli sekitar 20 juta barel minyak mentah Rusia.

Sekitar 40% impor minyak mentah India biasanya melewati Selat Hormuz. Jalur tersebut sebagian besar tidak dapat diakses setelah Iran melancarkan serangan terhadap kapal-kapal menyusul operasi militer AS dan Israel terhadap target di Iran yang dimulai pada 28 Februari.

Kondisi ini meningkatkan tekanan terhadap cadangan energi India. Persediaan minyak mentah negara itu diperkirakan hanya cukup untuk sekitar 25 hari konsumsi.

Salah satu pengiriman telah tiba pada Kamis. Kapal tanker Suez Od yang membawa sekitar satu juta barel minyak Rusia berlabuh di pelabuhan Paradip di India timur untuk pengiriman ke Indian Oil Corporation, menurut Reuters.

Indian Oil juga dijadwalkan menerima sekitar 700.000 barel dari kapal lain di pelabuhan Sikka di India barat pada Sabtu. Diperkirakan sekitar 9,5 juta barel minyak mentah Rusia saat ini berada di kapal-kapal di dekat perairan India dan dapat tiba dalam beberapa minggu ke depan.

Langkah Washington ini menandai perubahan kebijakan yang cukup tajam. Pada Februari, Presiden Donald Trump mencabut tarif hukuman terhadap India setelah menyatakan New Delhi telah “berkomitmen untuk menghentikan impor minyak Federasi Rusia baik secara langsung maupun tidak langsung”.

Sejak saat itu, impor minyak Rusia oleh India memang turun tajam. Dari lebih dari 2 juta barel per hari pada pertengahan 2025, volumenya menyusut menjadi sekitar 1,1 juta barel per hari pada Februari.

Namun situasi berubah setelah Selat Hormuz praktis tertutup. Menurut sumber yang dikutip Energy News OE Digital, India kemudian mendekati pemerintahan Trump untuk meminta izin melanjutkan pembelian minyak Rusia karena gangguan pasokan akibat konflik Iran.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada Rabu mengatakan Moskwa siap meningkatkan pasokan minyak ke India dan China. Duta besar Rusia untuk India juga menegaskan pada Kamis bahwa Rusia “selalu terbuka” untuk memasok minyak mentah.

Perubahan lanskap pasokan energi juga tercermin pada harga. Minyak mentah Urals Rusia yang sebelumnya dijual dengan diskon sekitar US$13 per barel kini diperdagangkan dengan premium US$4–US$5 di atas harga Brent untuk pengiriman Maret–April ke pelabuhan India.