Fu Cong, perwakilan tetap China untuk PBB, berbicara selama pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional di Markas Besar PBB pada 13 Juni. | VCG


China mendesak penghentian segera serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, menyusul rentetan ledakan yang mengguncang Teheran dan sejumlah kota lain pada Sabtu dini hari. Beijing meminta semua pihak kembali ke meja perundingan dan menahan diri dari eskalasi lebih lanjut di kawasan yang sudah tegang.

Seruan itu disampaikan beberapa jam setelah Israel dan AS melancarkan serangan terkoordinasi ke sejumlah target di Teheran, Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah. Operasi ini disebut sebagai salah satu aksi militer terbesar di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan di situs resmi Kementerian Luar Negeri China, juru bicaranya menyatakan, "China sangat prihatin atas serangan militer terhadap Iran yang dilancarkan oleh AS dan Israel."

Ia menambahkan, "Kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah Iran harus dihormati. China menyerukan penghentian segera aksi militer, tidak ada eskalasi lebih lanjut terhadap situasi yang tegang, kembali ke dialog dan negosiasi, serta upaya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah."

Di pihak Israel, Menteri Pertahanan Israel Katz menyebut operasi tersebut sebagai "serangan preemptif" yang bertujuan meniadakan ancaman terhadap negaranya.

Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa "operasi tempur besar-besaran" sedang berlangsung dan menyerukan kepada rakyat Iran untuk "mengambil alih pemerintahan kalian", menurut laporan BBC.

Iran merespons dengan meluncurkan puluhan rudal balistik ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan, termasuk di Yordania, Suriah, Kuwait, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, seperti dilaporkan CNBC. Kelompok Houthi juga menyatakan akan melanjutkan serangan di Laut Merah.

Sebelum serangan terjadi, Beijing telah memberi sinyal kewaspadaan. Pada Jumat, Kementerian Luar Negeri China mengimbau warganya untuk menghindari perjalanan ke Iran dan meminta mereka yang sudah berada di sana agar mempertimbangkan evakuasi karena meningkatnya risiko keamanan.

Kedutaan Besar China di Tel Aviv turut mengeluarkan peringatan keamanan. Warga negara China di Israel diminta mengidentifikasi lokasi tempat perlindungan bom dan jalur evakuasi terdekat serta membatasi perjalanan yang tidak mendesak, menurut kantor berita Xinhua. Kedutaan juga meminta mereka memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan darurat.

Beberapa hari sebelum serangan, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning telah menyatakan posisi Beijing. "China mendukung pemerintah dan rakyat Iran dalam menjaga stabilitas negara mereka serta hak dan kepentingan yang sah," ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa Beijing "dengan tegas menentang penggunaan atau ancaman kekerasan dalam hubungan internasional".

Laporan Reuters dan Middle East Eye sebelumnya menyebut China memperluas kerja sama militernya dengan Teheran, termasuk pembicaraan mengenai rudal jelajah anti-kapal supersonik CM-302 serta pengiriman drone bersenjata.

Serangan terbaru ini terjadi setelah pembicaraan nuklir yang dimediasi Oman antara Washington dan Teheran berakhir tanpa kesepakatan. Dalam perundingan tersebut, AS menuntut penghentian permanen pengayaan uranium Iran, pembatasan ketat program rudal balistiknya, serta penghentian dukungan terhadap kelompok proksi regional.