Kapal selam JMSDF Taigei (SS-513) milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang yang berlayar meninggalkan Galangan Kapal Kobe milik Mitsubishi Heavy Industries setelah upacara serah terima. Difoto dari kapal wisata di Pelabuhan Kobe pada 9 Maret 2022. | HUNINI/EIKIMEDIA COMMONS


Angkatan Laut Jepang resmi mengoperasikan kapal selam terbaru mereka, Chogei (SS-517), yang digadang sebagai salah satu kapal selam paling canggih dalam armada negara tersebut. Kapal ini akan ditempatkan di pangkalan Yokosuka untuk menjalankan misi patroli dan pengawasan maritim.

Kapal selam itu diserahkan kepada Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) pada 10 Maret dalam sebuah upacara yang dihadiri sekitar 300 orang dari Kementerian Pertahanan Jepang dan pihak industri. Upacara tersebut berlangsung di galangan kapal Kobe milik Mitsubishi Heavy Industries, yang membangun kapal tersebut.

Setelah menerima bendera kapal perang dalam seremoni tersebut, JS Chogei (SS-517) dijadwalkan bergabung dengan Skuadron Kapal Selam ke-2 dari Kelompok Kapal Selam ke-2 JMSDF yang berbasis di Yokosuka. Dari pangkalan ini, kapal akan menjalankan berbagai operasi patroli serta pemantauan wilayah laut Jepang.

Kapal kelima kelas Taigei

Chogei merupakan kapal kelima dari keluarga Taigei-class submarine, generasi baru kapal selam Jepang yang dirancang sebagai penerus kelas Soryu-class submarine yang lebih lama.

Proyek pembangunan kapal ini menelan biaya sekitar 68,4 miliar yen. Dalam penulisan kanji Jepang, nama “Chogei” berarti “paus raksasa”.

Kapal tersebut memiliki bobot displacement sekitar 3.000 ton, panjang 84 meter, dan lebar sekitar 9,1 meter. Awak kapalnya berjumlah sekitar 70 orang.

Pembangunan dimulai pada April 2022. Kapal kemudian diluncurkan pada Oktober 2024 sebelum akhirnya diselesaikan dan diserahkan kepada angkatan laut setelah proses pembangunan yang berlangsung hampir empat tahun.

Teknologi baru dan kemampuan senyap

Kelas Taigei dirancang untuk meningkatkan kemampuan operasi bawah laut Jepang, terutama dalam hal daya tahan dan tingkat kesenyapan.

Chogei menggunakan sistem propulsi diesel-elektrik generasi baru yang dipadukan dengan baterai lithium-ion berkapasitas tinggi. Teknologi ini memungkinkan kapal bertahan lebih lama di bawah permukaan laut dibandingkan kapal selam generasi sebelumnya.

Kapal itu juga dilengkapi sistem sonar baru berbasis teknologi serat optik, serta perangkat pertahanan torpedo yang dirancang untuk mendeteksi dan menghindari serangan dari kapal selam lawan.

Selain peningkatan teknologi tempur, desain kapal juga memperhitungkan perubahan komposisi awak. Untuk pertama kalinya dalam sejarah JMSDF, kapal selam ini sejak awal dirancang untuk menampung personel perempuan. Di dalamnya terdapat ruang akomodasi khusus yang dapat menampung hingga enam awak perempuan.

Perisai baru di bawah laut

Dalam upacara serah terima kapal, Wakil Menteri Pertahanan Jepang Masahisa Miyazaki menekankan pentingnya kemampuan kapal selam dalam menjaga keamanan maritim negara kepulauan tersebut.

“Chogei yang memiliki kemampuan senyap tinggi akan menjadi perisai kokoh untuk melindungi perdamaian dan keamanan negara kita yang dikelilingi laut di keempat sisinya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan kepada para awak kapal yang akan mengoperasikan kapal selam tersebut.

“Semoga kalian memiliki kebanggaan yang tenang dan kejayaan yang tak tergoyahkan. Saya mendoakan kesuksesan tugas dan keselamatan pelayaran kalian dengan sepenuh hati,” kata Miyazaki.

Kelas Taigei merupakan bagian dari program modernisasi armada kapal selam Jepang. Pemerintah telah merencanakan pembangunan total delapan kapal dalam kelas ini.

Kapal keenam, JS Sogei (SS-518), saat ini masih dalam tahap pembangunan di galangan kapal Kobe milik Mitsubishi Heavy Industries. Kapal tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada Maret 2027.