suasana di dalam pabrik perakitan elektronik, kemungkinan besar pabrik Foxconn di India yang sedang memproduksi iPhone.

Apple kini merakit sekitar seperempat produksi iPhone global di India, menandai percepatan strategi perusahaan teknologi itu untuk mengurangi ketergantungan pada Tiongkok di tengah tekanan tarif perdagangan antara Amerika Serikat dan Beijing.

Laporan Bloomberg yang terbit Senin (9/3) menyebut Apple memproduksi sekitar 55 juta unit iPhone di India sepanjang 2025. Angka tersebut melonjak 53% dibandingkan 36 juta unit pada tahun sebelumnya. Dengan total produksi iPhone global yang berkisar antara 220 juta hingga 230 juta unit per tahun, kenaikan ini membuat sekitar satu dari empat iPhone kini dirakit di India.

Peningkatan tajam itu terjadi dalam tiga tahun terakhir. Apple memperluas rantai pasoknya di India seiring memanasnya hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok serta kebijakan tarif Washington terhadap barang impor dari Tiongkok. Pemerintah India juga menawarkan berbagai insentif manufaktur melalui program peningkatan produksi yang digagas Perdana Menteri Narendra Modi.

Perakitan iPhone di India saat ini dilakukan oleh tiga produsen kontrak utama: Foxconn, Tata Electronics, dan Pegatron.

Operasi Foxconn menjadi kontributor terbesar. Menurut laporan Reuters, fasilitas Foxconn di India mengirim iPhone senilai sekitar US$4,4 miliar ke Amerika Serikat dalam lima bulan pertama 2025. Nilai tersebut sudah melampaui total pengiriman sepanjang 2024 yang mencapai US$3,7 miliar.

Untuk mempercepat pengiriman sebelum tarif baru berlaku, Apple bahkan menyewa penerbangan kargo pada Maret 2025 guna mengangkut iPhone senilai sekitar US$2 miliar dari Chennai ke Amerika Serikat.

India tidak lagi sekadar menjadi lokasi produksi. Pasar domestiknya juga berkembang pesat bagi Apple. Data Counterpoint Research yang dikutip TechCrunch menunjukkan penjualan iPhone di India telah melampaui US$9 miliar pada 2025.

Pada tahun yang sama, pangsa pasar Apple di negara tersebut mencapai rekor 9%, naik dari sekitar 7% setahun sebelumnya. Perusahaan kini mengoperasikan enam toko ritel resmi di India dan bersiap meluncurkan layanan Apple Pay di negara itu sebelum akhir tahun.

Meski begitu, Tiongkok masih menjadi pusat utama produksi iPhone. Sebagian besar perangkat Apple tetap dirakit di negara tersebut, yang selama lebih dari satu dekade menjadi tulang punggung rantai pasok global perusahaan.

Pada April 2025, Reuters melaporkan Apple sedang bernegosiasi dengan Foxconn dan Tata Electronics untuk memindahkan sebagian besar produksi iPhone yang dijual di Amerika Serikat ke fasilitas di India pada akhir 2026. Jika rencana itu terealisasi, produksi iPhone di India dapat melampaui 80 juta unit per tahun.

Perpindahan ini tidak sepenuhnya mulus. Otoritas Tiongkok dilaporkan beberapa kali menunda pengiriman peralatan dan transfer teknologi kepada pemasok yang berupaya memindahkan operasi mereka ke India, menurut laporan yang sama.