Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). | WHO

Organisasi Kesehatan Dunia atau (WHO) meminta Amerika Serikat membagikan informasi intelijen yang dimiliki terkait asal-usul pandemi Covid-19. Permintaan itu disampaikan meski AS telah resmi keluar dari organisasi tersebut pada 22 Januari 2026.

Direktur Jenderal WHO mengatakan pihaknya telah mengirim surat kepada pejabat senior AS beberapa bulan lalu. Surat itu meminta akses terhadap laporan intelijen, terutama yang berkaitan dengan teori kebocoran laboratorium di Wuhan, Tiongkok. Namun hingga kini, WHO belum menerima respons.

"Kami belum menerima informasi apapun," kata Tedros dalam konferensi pers, Rabu (11/1). Ia menambahkan, "Kami berharap mereka akan membagikannya, karena kami masih belum menyimpulkan asal-usul Covid," sambil menekankan bahwa "mengetahui apa yang terjadi dapat membantu kami untuk mencegah pandemi berikutnya."

Permintaan tersebut muncul tiga minggu setelah AS menyelesaikan proses penarikan diri dari WHO. Keputusan itu merupakan tindak lanjut perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden pada hari pertamanya kembali menjabat pada Januari 2025.

Pemerintahan Trump secara terbuka menganut teori bahwa virus SARS-CoV-2 bocor dari laboratorium virologi di Wuhan. Teori itu menjadi salah satu dasar kritik Washington terhadap WHO dalam penanganan awal pandemi.

Dalam pernyataan resmi saat mengumumkan keluarnya AS, Menteri Luar Negeri dan Menteri Kesehatan menuduh WHO telah "menghalangi pembagian informasi penting secara tepat waktu dan akurat yang dapat menyelamatkan nyawa warga Amerika." WHO merespons tudingan tersebut dengan menyatakan bahwa "yang terjadi justru sebaliknya."

Di sisi lain, AS juga keluar tanpa melunasi kontribusi yang telah ditetapkan untuk 2024 dan 2025. Berdasarkan catatan WHO, total kewajiban tersebut mencapai sekitar US$260 juta. Pemerintahan Trump menyatakan tidak memiliki kewajiban hukum untuk menyelesaikan pembayaran itu, meski resolusi Kongres tahun 1948 mensyaratkan pelunasan kewajiban finansial sebelum penarikan diri dari organisasi internasional.

Sementara itu, Kepala Manajemen Ancaman Epidemi dan Pandemi WHO, , mengatakan lembaganya terus menghubungi pemerintah yang mengklaim memiliki laporan intelijen mengenai asal-usul pandemi. Hingga saat ini, WHO belum memperoleh akses terhadap laporan tersebut, selain informasi yang telah tersedia untuk publik.

Investigasi WHO mengenai asal-usul Covid-19 masih berjalan dan belum menghasilkan kesimpulan akhir. Menurut Tedros, seluruh hipotesis tetap terbuka dan organisasi membutuhkan akses data tambahan untuk mempersempit kemungkinan.

Pandemi Covid-19 menewaskan sekitar 20 juta orang di seluruh dunia, menurut data WHO. Wabah ini juga memukul ekonomi global dan membebani sistem kesehatan di berbagai negara sejak pertama kali terdeteksi pada akhir 2019.