Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (National Intelligence Service/NIS) menyimpulkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un secara resmi memposisikan putrinya yang masih remaja, Kim Ju Ae, sebagai calon penerus. Penilaian itu disampaikan dalam pengarahan tertutup kepada anggota parlemen pada Kamis (12/2), menandai sinyal paling jelas sejauh ini bahwa Pyongyang tengah menyiapkan kelanjutan dinasti Kim ke generasi keempat.
Anggota parlemen Lee Seong-kweun yang menghadiri sidang tersebut mengatakan NIS menilai status Kim Ju Ae telah meningkat dari tahap “pelatihan penerus” menjadi “tahap calon penerus”. Perubahan istilah itu, menurut dia, menunjukkan peningkatan signifikan dibanding evaluasi sebelumnya.
NIS mendasarkan penilaian terbarunya pada sejumlah indikator. Di antaranya, frekuensi kemunculan Kim Ju Ae di acara militer berskala besar, kunjungannya ke Istana Matahari Kumsusan saat Tahun Baru 2026, serta indikasi bahwa Kim Jong Un mulai meminta pandangannya terkait sejumlah kebijakan.
Kunjungan ke Kumsusan dinilai memiliki bobot simbolik kuat. Mausoleum tersebut menyimpan jenazah Kim Il Sung dan Kim Jong Il yang diawetkan, serta menjadi pusat legitimasi dinasti Kim. Dalam foto resmi yang dirilis media pemerintah Korea Utara, Kim Ju Ae tampak berdiri di barisan depan bersama kedua orang tuanya, penempatan yang oleh sejumlah pengamat dipandang sebagai penegasan status politik.
Kim Ju Ae pertama kali muncul di hadapan publik pada November 2022 saat uji coba rudal jarak jauh. Sejak itu, ia beberapa kali mendampingi ayahnya dalam peluncuran senjata, parade militer, kunjungan pabrik, hingga pertemuan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing pada September lalu.
Penilaian NIS muncul menjelang Kongres Partai Pekerja ke-9 yang dijadwalkan berlangsung akhir Februari, kongres pertama sejak 2021. Badan intelijen tersebut menyatakan akan memantau apakah Kim Ju Ae hadir dan bagaimana tingkat protokol yang diberikan kepadanya selama forum partai itu.
Analis senior di Sejong Institute, Cheong Seong-Chang, menilai kongres tersebut berpotensi menjadi panggung bagi Kim Jong Un untuk meresmikan rencana suksesi, termasuk kemungkinan pemberian jabatan partai kepada putrinya. Meski begitu, sebagian analis mempertanyakan kemungkinan pemberian posisi formal mengingat aturan partai mensyaratkan usia minimal 18 tahun bagi anggota.
Mantan presiden Institute of National Unification Korea Selatan, Koh Yu-hwan, mengatakan jika ada sinyal suksesi, bentuknya kemungkinan tidak eksplisit.
“Jika Anda melihat komentar seperti itu, akan masuk akal untuk berpikir bahwa Ju Ae telah dikukuhkan,” ujarnya, merujuk pada kemungkinan pernyataan partai yang memuji “pewarisan revolusi yang sukses”.

0Komentar