![]() |
| USS Nimitz (CVN 68), kapal utama dari kelas kapal induk ini, sedang transit ke San Diego sebelum berlabuh di Naval Air Station North Island. | U.S.NAVY |
Presiden Amerika Serikat mengumumkan pengiriman kapal induk kedua ke Timur Tengah sebagai bagian dari strategi tekanan terhadap Iran terkait program nuklir dan rudal balistiknya. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Putih, Jumat (13/2), saat negosiasi tidak langsung antara kedua negara masih berlangsung.
Kapal induk disebut akan segera bergerak dari kawasan Karibia menuju wilayah tanggung jawab US Central Command (CENTCOM). Kapal tersebut akan bergabung dengan yang telah beroperasi di kawasan itu sejak 26 Januari 2026.
Trump menyatakan pengerahan tambahan armada dilakukan sebagai langkah antisipatif apabila jalur diplomasi tidak membuahkan hasil.
“Jika kita tidak berhasil mencapai kesepakatan, kita akan membutuhkannya,” ujar Trump kepada wartawan. Ia menambahkan, kapal-kapal itu akan ditarik kembali apabila diplomasi berjalan sukses.
Langkah ini menjadi kali pertama dalam hampir satu tahun AS menempatkan dua kelompok kapal induk secara bersamaan di kawasan CENTCOM. Sebelumnya, dalam beberapa pekan terakhir, Washington juga menambah aset angkatan laut, udara, serta sistem pertahanan rudal di Timur Tengah.
Pengumuman tersebut muncul di tengah upaya negosiasi tidak langsung antara AS dan Iran yang terakhir berlangsung di Oman pada 6 Februari. Pembicaraan itu menjadi kontak pertama sejak konflik 12 hari pada Juni tahun lalu.
Trump mengaku optimistis kesepakatan dapat tercapai. Namun, ia juga memberi peringatan. “Hari yang sangat buruk bagi Iran,” katanya merujuk pada kemungkinan kegagalan perundingan. Ia bahkan menyebut pergantian kekuasaan di Iran sebagai “hal terbaik yang bisa terjadi.”
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran menegaskan posisi Teheran tetap sama. Ia menyatakan program rudal negaranya “tidak pernah bisa dinegosiasikan.” Iran juga bersikeras pembicaraan hanya berfokus pada isu nuklir dan menolak melepas haknya untuk memperkaya uranium.
Keputusan Trump diambil setelah pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel di Washington pada Rabu (12/2). Dalam pertemuan tersebut, Netanyahu mendorong agar pembatasan program rudal balistik Iran serta penghentian dukungan Teheran terhadap kelompok militan seperti Hamas dan Hezbollah masuk dalam kerangka negosiasi.
Trump menyebut peluang kesepakatan bisa terbuka dalam “sebulan ke depan,” dengan syarat utama Iran tidak memiliki senjata nuklir maupun rudal. Sementara itu, sejumlah negara Arab di Teluk mengingatkan bahwa opsi militer berisiko memperluas konflik di kawasan yang masih dalam proses pemulihan pasca operasi militer Israel di Gaza.

0Komentar