Presiden menyatakan tidak gentar menghadapi pihak yang dinilai berupaya menghambat kemajuan negara. Pernyataan itu disampaikan saat peresmian 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 Gudang Ketahanan Pangan di , Jumat (13/2/2026).
Dalam pidato yang disiarkan , kepala negara menyinggung adanya kelompok yang terus mengkritik capaian nasional.
"We are not stupid. Ini gue bicara sama mereka-mereka itu. Please, dear friends, Indonesia, Indonesians are not stupid! We know what's happening," ujar Prabowo.
Peresmian fasilitas gizi dan gudang pangan merupakan bagian dari agenda pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan intervensi nutrisi. Program SPPG disiapkan untuk mendukung distribusi makanan bergizi, sementara gudang pangan difungsikan sebagai penyangga pasokan bahan pokok di daerah.
Dalam beberapa bulan terakhir pemerintah juga menekankan target swasembada pangan sebagai prioritas ekonomi. Di sisi lain, ruang publik diwarnai perdebatan mengenai kondisi ekonomi domestik dan arah kebijakan fiskal.
Karena itu, Prabowo menyebut kritik yang menurutnya merendahkan capaian bangsa tidak berdasar dan didorong kepentingan tertentu.
"Kita tahu siapa yang biayai gerakan-gerakan menjelek-jelekkan bangsa Indonesia. Karena mereka takut kita kuat, mereka takut kita sejahtera. Kita tidak mau mengganggu bangsa lain. Kita hanya ingin rakyat kita hidup dengan baik," tegasnya.
Presiden juga menyinggung ekonom yang dinilainya menurunkan moral publik lewat kritik terhadap indikator ekonomi. Ia menyebut konsumsi rumah tangga meningkat serta penerimaan pajak berada pada level tertinggi beberapa tahun terakhir.
Lebih jauh, pemerintah mengklaim sejumlah capaian ekonomi, termasuk swasembada beras per 31 Desember 2025 dan target swasembada jagung dalam waktu dekat.
Dalam kesempatan yang sama, ia menyampaikan laba BUMN naik signifikan. Berdasarkan catatan , laba perusahaan pelat merah disebut meningkat dari Rp89 triliun pada 2024 menjadi sekitar Rp332 triliun dalam satu tahun.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 mencapai 5,4% dengan potensi hingga 5,6%. Menteri Keuangan sebelumnya menyatakan ekonomi nasional berada pada fase ekspansi yang diproyeksikan berlangsung hingga 2033.

0Komentar