![]() |
| momen pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Ruang Oval, Gedung Putih, pada hari Jumat, 28 Februari 2025. | |
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan keinginannya agar perang Ukraina dengan Rusia berakhir dalam waktu satu bulan saat berbicara melalui telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada 25 Februari. Informasi itu dilaporkan Axios dengan mengutip tiga sumber yang mengetahui isi percakapan.
Menurut laporan tersebut, Zelenskyy mengatakan ia berharap konflik dapat diakhiri tahun ini. Trump menilai perang “telah berlangsung terlalu lama” dan mendorong percepatan jadwal diplomatik. Percakapan berdurasi sekitar 30 menit itu menjadi kontak pertama kedua pemimpin sejak pertemuan mereka di Davos pada akhir Januari.
Pembicaraan berlangsung sehari setelah peringatan empat tahun invasi skala penuh Rusia ke Ukraina dan disebut sebagai awal dari rangkaian agenda diplomatik pekan ini. Utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner turut berpartisipasi. Ketiga sumber yang dikutip Axios menggambarkan percakapan tersebut sebagai “sangat ramah dan positif”.
Fokus utama pembicaraan adalah menyiapkan fase negosiasi berikutnya. Dalam pernyataannya di platform X, Zelenskyy mengatakan kedua pemimpin membahas agenda pertemuan bilateral AS–Ukraina di Geneva pada 26 Februari, serta persiapan putaran pembicaraan trilateral yang lebih luas dengan melibatkan negosiator Rusia pada awal Maret.
"Kami berharap pertemuan ini dapat menciptakan peluang untuk membawa pembicaraan ke tingkat pemimpin. Presiden Trump mendukung urutan langkah-langkah ini. Ini adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan semua isu kompleks dan sensitif serta akhirnya mengakhiri perang," tulis Zelenskyy.
Sebelumnya ia mengatakan kepada Axios bahwa kesenjangan terkait sengketa wilayah hanya dapat dijembatani melalui pertemuan puncak langsung antara dirinya, Trump, dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Delegasi Ukraina di Jenewa dipimpin Kepala Negosiator Rustem Umerov, didampingi Menteri Ekonomi Oleksii Sobolev. Pertemuan itu diperkirakan membahas pemulihan ekonomi Ukraina, pertukaran tawanan perang, serta kerangka dasar menuju sesi trilateral pada Maret.
Sumber yang sama menyebut utusan Rusia Kirill Dmitriev kemungkinan berada di Jenewa untuk melakukan pembicaraan terpisah dengan tim AS.
Di tengah upaya diplomasi tersebut, perbedaan mendasar masih membayangi. Status wilayah Donbas di Ukraina timur, yang sekitar 90% areanya dikuasai Rusia, tetap menjadi titik krusial. Washington disebut mengusulkan zona demiliterisasi, namun syarat yang dapat diterima Kyiv dan Moskwa belum tercapai. Zelenskyy menegaskan setiap kesepakatan harus diajukan kepada publik Ukraina melalui referendum dan menuntut Rusia menarik pasukannya, bukan hanya pasukan Ukraina.
Trump, menurut Axios, juga menegaskan kembali kesediaannya memberikan jaminan keamanan AS sebagai bagian dari kesepakatan. Pembahasan sebelumnya menyebut jangka waktu 15 tahun, sementara Zelenskyy mendorong hingga 50 tahun.
Upaya negosiasi itu berlangsung ketika serangan Rusia terus berlanjut. Menjelang pembicaraan di Jenewa, Rusia meluncurkan 420 drone dan 39 rudal ke sejumlah kota Ukraina. Serangan itu melukai sedikitnya 20 orang serta merusak infrastruktur energi di beberapa wilayah, termasuk Kyiv, Kharkiv, dan Zaporizhzhia.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang tidak hadir dalam sesi Jenewa, menegaskan peran Washington dalam proses tersebut. "Jika kita melepaskan peran itu, tidak ada orang lain yang bisa melakukannya," katanya.

0Komentar