Kementerian Pertahanan menyatakan akan mengirim 100 personel TNI Angkatan Laut (AL) ke Italia untuk menjalani pelatihan sebagai calon awak kapal induk Giuseppe Garibaldi. Kapal tersebut akan menjadi kapal induk pertama yang dioperasikan Indonesia dan ditargetkan tiba sebelum peringatan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026.
Para prajurit itu tidak hanya mengikuti pelatihan teknis di Italia, tetapi juga akan berlatih langsung di atas kapal selama pelayaran menuju Indonesia.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan program ini merupakan tahap awal pembinaan awak sebelum kapal resmi beroperasi di bawah TNI AL.
"Sekitar 100 personel direncanakan akan mengikuti pelatihan di Italia, termasuk pelatihan langsung di kapal selama proses pelayaran dari Italia menuju Indonesia," kata Rico saat dikonfirmasi, Jumat (27/2).
Ia belum merinci jadwal keberangkatan, namun memastikan personel yang dipilih adalah prajurit dengan pengalaman teknis dan praktik di bidang perkapalan.
Pengiriman 100 personel tersebut baru sebagian dari kebutuhan keseluruhan. Asisten Operasi Kepala Staf TNI AL Laksamana Muda Yayan Sofiyan sebelumnya menyebut setidaknya 500 pelaut harus disiapkan sebagai kru inti kapal induk itu.
"Personelnya itu ada sekitar 500 pelaut yang harus mengawaki. Dari mulai sekarang sampai level perwiranya harus memiliki kompetensi khusus sebagai pengawak kapal induk," ujar Yayan dalam diskusi daring bertajuk "Indonesia's Blue Water Transition" pada Rabu (25/2).
Ia menambahkan angka itu belum mencakup kru penerbangan dan sistem aviasi, sehingga kebutuhan riil bisa lebih besar.
Selain penyiapan sumber daya manusia, TNI AL juga harus membangun infrastruktur pendukung, termasuk fasilitas sandar dan dukungan logistik bagi ratusan kru yang akan bertugas dalam jangka panjang di atas kapal.
Giuseppe Garibaldi diperoleh melalui skema hibah pemerintah-ke-pemerintah atau government-to-government (G2G) dari Italia. Meski berstatus hibah, Kemhan menegaskan Indonesia tetap mengalokasikan anggaran untuk retrofit dan penyesuaian teknis agar kapal sesuai kebutuhan operasional.
Kapal yang dibangun oleh Fincantieri ini beroperasi dalam Angkatan Laut Italia sejak 1985 hingga 2024. Dengan displacement sekitar 14.000 ton dan panjang 180 meter, kapal ini memiliki flight deck sepanjang 174 meter yang dilengkapi ski-jump ramp untuk pesawat short take-off and vertical landing (STOVL). Kapal tersebut mampu mengangkut hingga 18 helikopter atau kombinasi helikopter dan drone.
Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhammad Ali menargetkan kapal induk itu tiba di Indonesia sebelum HUT TNI pada Oktober 2026. Proses negosiasi antara Kementerian Pertahanan, Fincantieri, dan Angkatan Laut Italia masih berlangsung.

0Komentar