![]() |
| Siswa menyantap hidangan makan bergizi gratis di SD Barunawati, Palmerah, Jakarta Barat. | MI/Usman Iskandar |
Lembaga riset Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 72,8%. Program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu mendapat respons paling positif dari kelompok Generasi Z, yang mencatat tingkat kepuasan tertinggi dibanding kelompok usia lain.
Survei dilakukan pada 15–21 Januari 2026 melalui wawancara langsung terhadap 1.220 responden warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun. Indikator mencatat tingkat kepercayaan survei 95% dengan margin of error 2,9%.
Dalam pemaparan hasil survei yang disampaikan secara daring pada Minggu (8/2/2026), Pendiri dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan bahwa dari total responden, 12,2% menyatakan sangat puas dan 60,6% cukup puas terhadap pelaksanaan MBG. Di sisi lain, 19,9% responden mengaku kurang puas dan 4,5% menyatakan tidak puas sama sekali.
Burhanuddin menilai porsi kepuasan tinggi masih didominasi kategori “cukup puas”. “Jadi yang tidak puas per Januari 2026 itu kurang lebih seperempat. Kalau yang puas total 72,8%, tapi yang betul-betul sangat puas itu masih ‘selo’, masih 12,2%,” kata Burhanuddin.
Gen Z dominasi kepuasan
Berdasarkan segmentasi usia, Generasi Z menjadi kelompok dengan tingkat kepuasan tertinggi. Sebanyak 80,7% responden dari kelompok usia ini menyatakan puas terhadap program MBG. Indikator mencatat temuan tersebut sejalan dengan hasil exit poll Pilpres 2024, yang menunjukkan sekitar 71% pemilih dari kalangan Gen Z memberikan suara kepada pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka.
Namun, kepuasan publik tidak merata di seluruh wilayah. Survei mencatat warga Jakarta sebagai kelompok dengan tingkat ketidakpuasan tertinggi. Sebanyak 47,6% responden di ibu kota menyatakan tidak puas terhadap program MBG, sehingga proporsi warga Jakarta yang merasa puas tercatat sekitar 52%.
Lebih jauh, Burhanuddin menjelaskan bahwa persepsi terhadap MBG memiliki keterkaitan langsung dengan penilaian publik terhadap kinerja presiden. Berdasarkan simulasi Indikator, apabila tingkat kepuasan terhadap MBG meningkat, approval rating Presiden Prabowo berpotensi mencapai 88,5%.
Approval Rating Prabowo Tertinggi di Awal Pemerintahan
Survei yang sama juga mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo secara keseluruhan berada di angka 79,9%. Rinciannya, 13% responden menyatakan sangat puas dan 66,9% cukup puas terhadap kinerja kepala negara.
Menurut Burhanuddin, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan publik pada awal pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004 maupun Presiden Joko Widodo setelah Pilpres 2014. Meski begitu, ia menekankan bahwa tingkat kepuasan publik bersifat dinamis.
Ia menyoroti peran Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pelaksana program MBG dalam menjaga kualitas dan konsistensi implementasi di lapangan, termasuk dalam merespons isu-isu negatif seperti kasus keracunan makanan yang sempat mencuat.
“Jadi ini penting buat BGN untuk memperbaiki kinerjanya. Kalau misalnya program MBG ini ketidakpuasannya meningkat, itu punya implikasi terhadap penilaian kinerja Pak Prabowo di mata publik,” ujar Burhanuddin.

0Komentar