![]() |
| momen Critical Minerals Ministerial perdana yang diselenggarakan oleh Amerika Serikat di Washington, D.C., pada tanggal 4 Februari 2026. | X/@POLANDMFA |
Pemerintahan Presiden Donald Trump pada Rabu (4/2) mengumumkan rangkaian perjanjian mineral kritis dengan Uni Eropa, Jepang, dan Meksiko sebagai bagian dari upaya bersama sekutu Barat mengurangi ketergantungan pada dominasi China di rantai pasokan global, seperti dikutip Reuters. Pengumuman disampaikan dalam Pertemuan Menteri Mineral Kritis perdana Departemen Luar Negeri di Washington.
Dalam forum itu, Wakil Presiden JD Vance meluncurkan inisiatif baru bertajuk Forum on Resource Geostrategic Engagement (FORGE). Skema ini mengusulkan zona perdagangan preferensial untuk mineral kritis yang dilindungi harga dasar yang dapat ditegakkan. Ia menyebut langkah tersebut sebagai mekanisme konkret untuk menata kembali pasar mineral kritis global agar lebih sehat dan kompetitif.
Mengutip Deutsche Welle, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer memaparkan rencana aksi berbeda dengan tiap mitra. Menurut dia, AS dan Meksiko menyepakati rencana 60 hari untuk menyusun kebijakan perdagangan terkoordinasi terkait mineral kritis, termasuk pembahasan harga dasar yang disesuaikan dengan perbatasan atau border-adjusted price floors yang berpotensi dimasukkan ke perjanjian perdagangan plurilateral yang mengikat. Ia menyebut langkah ini sebagai rencana aksi pertama dengan format tersebut.
Di sisi lain, dalam pernyataan bersama terpisah, AS, Komisi Eropa, dan Jepang mengumumkan kemitraan strategis guna memperkuat ketahanan rantai pasokan mineral kritis. AS dan Uni Eropa dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman dalam 30 hari untuk memperkuat keamanan pasokan.
Ketiga pihak juga akan mengembangkan kebijakan perdagangan terkoordinasi, termasuk mekanisme harga dasar yang disesuaikan dengan perbatasan.
"Pengumuman hari ini merupakan sinyal penting bahwa ekonomi berorientasi pasar terbesar di dunia berkomitmen untuk mengembangkan paradigma baru untuk perdagangan preferensial mineral kritis," kata Greer, sebagaimana dikutip dari United States Trade Representative (USTR).
Melawan dominasi China
Langkah tersebut muncul di tengah dominasi China dalam sektor mineral kritis. Data Center for Strategic and International Studies menunjukkan China menguasai sekitar 70% pertambangan mineral kritis global dan 90% kapasitas pengolahannya. Karena itu, isu ketahanan pasokan menjadi perhatian utama negara-negara industri.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyebut pertemuan tingkat menteri itu sebagai momen bersejarah. Ia mencatat 55 mitra hadir, terdiri dari 54 negara dan Uni Eropa. Forum ini disebut sebagai bagian dari koordinasi lebih luas di antara negara-negara yang memiliki orientasi ekonomi pasar.
Pertemuan ini juga mengikuti pengumuman sebelumnya terkait Project Vault, inisiatif publik-swasta senilai US$12 miliar. Skema tersebut menggabungkan pinjaman Export-Import Bank sebesar US$10 miliar dengan sekitar US$2 miliar investasi swasta untuk membangun cadangan strategis mineral.
Cadangan itu ditujukan melindungi produsen AS dari gangguan pasokan bahan baku penting untuk kendaraan listrik, semikonduktor, dan sistem pertahanan.
"Selama bertahun-tahun, perusahaan-perusahaan Amerika berisiko kehabisan mineral kritis saat terjadi gangguan pasar," kata Trump saat mengumumkan program tersebut. Ia membandingkannya dengan Strategic Petroleum Reserve yang telah lama dimiliki AS.
Penguatan kerja sama mineral
Pengumuman terbaru ini melanjutkan rangkaian perjanjian mineral bilateral yang diupayakan pemerintahan sejak awal masa jabatan, termasuk kerangka kerja dengan Australia, Jepang, Thailand, Malaysia, dan Kamboja yang ditandatangani pada akhir 2025.
Rubio mengatakan inisiatif tersebut diarahkan menjadi kerja sama global yang melibatkan negara-negara sepemikiran untuk memperluas keragaman pasokan dan memperkuat ketahanan rantai pasokan.
Meski begitu, Kanada tidak terlihat dalam pengumuman bersama dengan Meksiko kali ini. Hal itu terjadi di tengah rencana peninjauan bersama perjanjian USMCA yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini.

0Komentar