![]() |
| Kesibukan para pekerja saat jam pulang kerja di Kawasan Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (2/12/2024). | MI/Usman Iskandar |
Indonesia tercatat sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan pekerja tertinggi di kawasan Asia Pasifik berdasarkan riset Jobstreet by SEEK yang dilakukan pada Oktober–November 2025. Survei yang melibatkan 1.000 pekerja berusia 18–64 tahun itu menunjukkan 82% responden di Indonesia merasa cukup hingga sangat bahagia di tempat kerja. Temuan ini disampaikan dalam media briefing di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Data riset tersebut juga mencatat 86% pekerja Indonesia merasa dihargai di lingkungan kerja, sementara 75% responden menilai pekerjaan mereka memberi kepuasan batin. Angka tersebut menempatkan Indonesia di atas sejumlah negara dengan pasar tenaga kerja kompetitif di kawasan.
Berdasarkan hasil survei yang sama, tingkat kebahagiaan pekerja setelah Indonesia tercatat di Filipina sebesar 77%, Malaysia 70%, Thailand 67%, dan Selandia Baru 65%. Adapun Hong Kong, Singapura, dan Australia mencatat angka yang lebih rendah, masing-masing 47%, 56%, dan 57%.
Acting Managing Director Indonesia Jobstreet by SEEK, Wisnu Dharmawan, menyebut tingkat kebahagiaan pekerja Indonesia dipengaruhi cara pekerja merespons kondisi kerja yang dinilai lebih positif dibanding negara lain. Ia juga menyoroti perbedaan tekanan di pasar kerja kawasan.
"Pekerja atau karyawan di Indonesia itu adalah ternyata yang paling bahagia se-Asia Pasifik," ujarnya dalam kegiatan tersebut.
Menurut Wisnu, pekerja di negara seperti Hong Kong, Singapura, dan Australia menghadapi kompetisi pasar kerja yang lebih ketat serta tekanan biaya hidup yang tinggi. Kondisi itu, kata dia, turut memengaruhi persepsi kepuasan kerja di negara-negara tersebut.
"Jadi orang Indonesia ini emang happy-happy banget ya," kata dia.
Riset tersebut juga mencatat gaji yang lebih tinggi tetap menjadi aspirasi utama bagi 54% pekerja. Meski begitu, faktor yang paling berpengaruh terhadap kebahagiaan kerja justru berkaitan dengan keseimbangan kehidupan dan pekerjaan (work-life balance) serta tujuan kerja (purpose).
Lebih jauh, survei menemukan tiga elemen utama yang mendorong kepuasan pekerja Indonesia, yakni hubungan dengan rekan kerja atau tim sebesar 77%, lokasi tempat kerja sebesar 76%, serta makna pekerjaan yang dirasakan pekerja sebesar 75%.
"Jadi mungkin bahagia tidak bahagia kalau temannya asyik di kantor jadi senang. Mungkin kalau lokasi kerja dekat kan jadinya tidak perlu macet-macet atau hujan-hujan," tuturnya.
Di sisi lain, riset Jobstreet by SEEK juga mencatat sejumlah tantangan yang masih dihadapi pekerja Indonesia. Tingkat stres tercatat dialami oleh 44% responden, sementara 56% pekerja menilai beban kerja menjadi tekanan tersendiri. Selain itu, kepuasan terhadap kepemimpinan senior baru mencapai 64%.
Temuan tersebut, menurut data riset yang dipaparkan dalam kegiatan yang sama, menunjukkan perlunya peningkatan transparansi serta komunikasi dua arah antara manajemen dan karyawan di berbagai sektor kerja.

0Komentar