Aktivitas di Blok Rokan, Riau, yang merupakan salah satu tambang minyak terbesar di Indonesia. | PHR


Uji produksi perdana sumur Libo SE #86 di Kabupaten Siak, Riau, mencatat hasil di atas ekspektasi. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melaporkan sumur tersebut menghasilkan 1.274 barel minyak per hari (barrel oil per day/BOPD) pada awal 2026, atau sekitar 13 kali lipat dari target awal 98 BOPD.

Capaian ini muncul di tengah upaya menjaga tingkat produksi di Wilayah Kerja Rokan, salah satu kontributor utama minyak nasional. Blok Rokan sebelumnya dikelola perusahaan asing dan resmi beralih ke Pertamina pada Agustus 2021. Sejak saat itu, pengelolaannya difokuskan pada pengeboran masif dan optimalisasi sumur eksisting untuk menahan laju penurunan produksi alamiah.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyambut hasil uji tersebut. Dalam pernyataan resminya kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, ia mengatakan, “Ini kabar baik. Hasilnya 13 kali lipat dari target.”

Menurut data perusahaan, produksi dari sumur Libo SE #86 menunjukkan angka 0% water cut. Artinya, minyak yang dihasilkan belum tercampur air. Dalam praktik industri hulu migas, kondisi ini mengindikasikan kualitas reservoir yang masih baik serta desain penyelesaian sumur yang efektif.

Secara teknis, sumur tersebut memproduksi dari lapisan Top Menggala pada kedalaman sekitar 5.680 kaki. Reservoirnya memiliki permeabilitas maksimum 2,2 Darcy, kategori yang tergolong tinggi untuk lapangan minyak darat karena memungkinkan aliran fluida lebih lancar.

PHR menerapkan sejumlah strategi teknis untuk menjaga stabilitas produksi. Di antaranya selective perforation untuk menargetkan zona paling produktif, optimasi Electric Submersible Pump (ESP) berkecepatan rendah sesuai karakter sumur, serta integrasi Advanced Gas Handler (AGH) dan gas separator guna mengendalikan kandungan gas bebas dalam aliran fluida.

General Manager Zona Rokan Andre Wijanarko mengatakan keberhasilan ini memperkuat optimisme terhadap potensi cadangan di wilayah tersebut. 

“Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa dengan inovasi teknologi dan kerja keras Perwira PHR, Blok Rokan masih memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan energi nasional Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, perusahaan menyatakan hasil ini merupakan tahap awal pengembangan lanjutan. Saat ini tim di lapangan tengah mengebor sumur Libo SE #88 di lokasi wellpad yang sama. Selain itu, ada rencana pengeboran empat sumur tambahan melalui skema infill drilling untuk memaksimalkan pengurasan cadangan di area Libo SE.

Operasi ini melibatkan kolaborasi lintas fungsi, termasuk tim SSDP, DWI, PTE, P&O, serta Land-CorSec. Perusahaan menyebut seluruh kegiatan dijalankan dengan standar Health, Safety, and Environment yang berlaku.

Data produksi awal 2026 ini menjadi bagian dari rangkaian program pengeboran di Wilayah Kerja Rokan dalam beberapa tahun terakhir, seiring target pemerintah menjaga produksi minyak nasional tetap stabil.