![]() |
| Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM. | INSTAGRAM/KEMENSETNEG RI |
Pemerintah Indonesia berencana membuka lelang 110 blok minyak dan gas bumi (migas) baru pada 2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi nasional sekaligus memperluas peran pelaku usaha daerah.
Pengumuman itu disampaikan Bahlil dalam Sidang Dewan Pleno DPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Makassar, Minggu (15/2). Di hadapan pengusaha muda, ia mengatakan peluang tersebut terbuka bagi pelaku usaha yang ingin masuk ke sektor hulu migas.
"Ada sekitar 110 blok minyak baru yang bisa kita dorong untuk ditenderkan. Ini kalau pengusaha HIPMI, kalian mau main minyak, nah ini ada 110 blok baru," ujar Bahlil.
Jumlah tersebut meningkat dibanding rencana sebelumnya pada 2025 yang menargetkan penawaran 75 blok. Pemerintah menempatkan ekspansi wilayah kerja ini sebagai bagian dari strategi mengejar target produksi minyak 1 juta barel per hari pada 2029.
Saat ini, produksi minyak nasional masih berada di bawah target tersebut. Karena itu, pemerintah mendorong percepatan eksplorasi dan pengembangan lapangan baru melalui mekanisme lelang wilayah kerja migas yang dikoordinasikan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
Selain membuka blok baru, Bahlil juga menginstruksikan SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk mengubah pola distribusi proyek. Ia meminta proyek bernilai di bawah Rp100 miliar tidak lagi sepenuhnya dikerjakan kontraktor berbasis di Jakarta.
"Kasih pekerjaan itu kepada anak-anak daerah di mana lokasi itu ada," tegasnya.
Kebijakan afirmatif ini, menurut Bahlil, bertujuan menciptakan pemerataan ekonomi serta meningkatkan kapasitas industri di daerah penghasil migas. Meski begitu, ia menekankan bahwa prioritas tersebut hanya berlaku bagi pelaku usaha lokal yang memiliki kesiapan teknis dan manajerial.
"Di dunia migas itu bicara profesional. Ini peluang, silakan dimanfaatkan," katanya.
Secara nilai, proyek hulu migas yang akan berjalan tahun ini melalui SKK Migas diperkirakan mencapai sekitar US$42 miliar atau lebih dari Rp600 triliun. Angka tersebut mencerminkan besarnya belanja investasi yang diharapkan dapat menggerakkan rantai pasok industri energi di dalam negeri.
Di sisi lain, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung sebelumnya menyampaikan bahwa rencana penawaran blok migas telah dibahas bersama Indonesia Petroleum Association (IPA). Ia menyebut pelaku industri menunjukkan minat untuk memperluas kegiatan eksplorasi.
"Anggota IPA justru menyatakan minat untuk bagaimana meningkatkan eksplorasi dan juga meningkatkan produksi minyak," kata Yuliot.
Pemerintah menilai peningkatan jumlah blok yang ditawarkan juga perlu untuk menjaga keberlanjutan produksi jangka panjang. Dalam beberapa dekade terakhir, sejumlah lapangan migas utama Indonesia mengalami penurunan produksi alami.
Bahlil dalam kesempatan yang sama mengingatkan bahwa Indonesia pernah mencatat lifting minyak 1,5 juta hingga 1,6 juta barel per hari pada 1996-1997. Pada periode itu, Indonesia masih menjadi anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), dengan kontribusi sektor minyak mencapai 43% terhadap APBN.
Melalui pembukaan 110 blok baru dan kebijakan distribusi proyek yang lebih inklusif, pemerintah berharap aktivitas eksplorasi dan pengembangan lapangan dapat meningkat dalam beberapa tahun ke depan, seiring upaya mengejar target produksi nasional.

0Komentar