![]() |
| Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Pengantar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/10/2025). | ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA. |
Presiden Prabowo Subianto mengarahkan pemerintah daerah untuk mendorong gerakan nasional penggantian atap seng menjadi genteng berbahan tanah liat atau yang disebut proyek gentengisasi. Arahan itu disampaikan Prabowo saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Dalam forum tersebut, Prabowo menilai penggunaan atap seng masih mendominasi rumah-rumah warga, terutama di wilayah perdesaan. Menurutnya, selain kurang nyaman karena panas, seng juga mudah berkarat dan dinilai mengurangi estetika lingkungan permukiman. Karena itu, pemerintah pusat mendorong penggunaan genteng sebagai standar atap rumah di seluruh wilayah Indonesia.
Prabowo menyebut gerakan ini menjadi bagian dari program Gerakan Indonesia Asri yang menekankan aspek Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Program tersebut dirancang melibatkan banyak stakeholder, termasuk pemerintah daerah dan pelaku industri, untuk memperbaiki wajah permukiman sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan.
“Saya lihat saudara-saudara semua kota, hampir semua desa kira. Maaf ya banyak genteng dari seng. Ini panas untuk penghuni, juga berkarat. Jadi tidak mungkin genteng dari seng. Saya tidak tahu industri alumunium dari mana,” kata Prabowo saat memberikan arahan.
Ia menegaskan keinginannya agar penggunaan genteng menjadi gerakan nasional yang terstruktur.
“Saya ingin semua atap (rumah) di Indonesia pakai genteng ya. Gerakannya adalah gerakan proyek gentengisasi,” ujar Prabowo melanjutkan.
Dalam paparannya, Prabowo juga menjelaskan bahwa pembangunan pabrik genteng dinilai tidak membutuhkan biaya besar. Ia menyebut bahan baku genteng mudah diperoleh dan dapat dikombinasikan dengan material lain, termasuk limbah industri, untuk menghasilkan produk yang ringan dan kuat.
“Bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur dengan zat limbah lainnya bisa ringan dan kuat. Saya dapat laporan dari profesor-profesor kita bahwa limbah batu bara dicampur dengan tanah bahan genteng,” kata Prabowo.
Lebih jauh, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan terlibat sejak tahap awal hingga pelaksanaan proyek di daerah. Ia meminta kepala daerah ikut mendukung program tersebut sebagai bagian dari penataan wilayah.
“Ini serius ya, bupati, wali kota yang tidak mau kotanya indah terserah. Bersama kita bikin kota indah, kecamatan indah, dan desa indah,” ujar Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung perubahan pola atap rumah di sejumlah daerah. Ia mencontohkan wilayah Minahasa, Sulawesi Utara, yang menurutnya kini banyak beralih ke atap seng, meninggalkan atap tradisional seperti rumbia atau ijuk yang sebelumnya memberi kesejukan alami di dalam rumah.
“Seng itu berkarat. Karat melambangkan degenerasi. Kita, saya berharap Indonesia tidak terlihat berkarat bukan lambang kebangkitan Indonesia,” kata Prabowo.
Selain konsep material, Prabowo turut memperlihatkan contoh visual proyek gentengisasi yang dirancang pemerintah. Ia menyebut adanya palet warna khusus bernama Nusantara Horizon yang terdiri dari biru langit, navy blue, hijau, abu-abu, dan terakota, sebagai referensi estetika permukiman.
Dalam penegasannya, Presiden kembali menyampaikan bahwa gerakan gentengisasi diarahkan sebagai upaya nasional memperindah wajah Indonesia sekaligus meningkatkan kenyamanan hunian masyarakat.
“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” ujar Prabowo.
Arahan tersebut disampaikan di hadapan kepala daerah dari berbagai wilayah yang hadir dalam Rakornas, sebagai bagian dari sinkronisasi program pusat dan daerah di awal masa pemerintahan.

0Komentar