Tampilan gagang pintu "retractable" pada mobil lisrik Hyundai IONIQ 5. | HYUNDAI USA

China menjadi negara pertama yang secara resmi melarang penggunaan gagang pintu tersembunyi (flush door handle) pada mobil listrik. Larangan itu tertuang dalam aturan keselamatan baru yang mewajibkan keberadaan mekanisme pembuka pintu mekanis, baik di bagian dalam maupun luar kendaraan.

Regulasi tersebut diumumkan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi pada Senin dan akan berlaku untuk seluruh mobil yang dijual di China mulai 1 Januari 2027. Pemerintah memberikan masa transisi hingga Januari 2029 bagi model yang telah lebih dulu memperoleh persetujuan regulator.

Kebijakan ini diterbitkan menyusul serangkaian kecelakaan fatal yang melibatkan kegagalan sistem pintu elektronik pascatabrakan, ketika pasokan daya terputus dan penumpang tidak dapat membuka pintu secara manual untuk keluar dari kendaraan.

Sebelum aturan ini diterapkan, gagang pintu tersembunyi menjadi fitur populer pada mobil listrik karena dianggap meningkatkan aerodinamika dan memberi kesan futuristis. Desain tersebut dipopulerkan Tesla dan kemudian diadopsi luas oleh produsen lain, terutama di China sebagai pasar electric vehicle terbesar di dunia.

Namun, dalam sejumlah insiden, sistem pembuka pintu elektronik dilaporkan tidak berfungsi setelah tabrakan, sehingga menghambat evakuasi. Dorongan regulasi menguat setelah setidaknya dua kecelakaan mematikan pada 2025 yang melibatkan sedan Xiaomi SU7. Insiden terjadi pada Maret dan Oktober di Chengdu, ketika kendaraan terbakar dan pintu tidak dapat dibuka secara manual.

Dalam aturan terbaru, pemerintah China menetapkan spesifikasi teknis yang rinci. Gagang pintu luar diwajibkan memiliki ruang cekungan minimal 6 sentimeter kali 2 sentimeter agar dapat digenggam secara fisik. Di bagian dalam, kendaraan harus dilengkapi tanda petunjuk pembuka pintu dengan ukuran minimal 1 sentimeter kali 0,7 sentimeter untuk memastikan mudah dikenali dalam kondisi darurat.

Sebagai pasar kendaraan listrik terbesar, langkah China dinilai berpotensi memengaruhi standar global. Bill Russo, pendiri konsultan Automobility yang berbasis di Shanghai, menyebut kebijakan ini mencerminkan perubahan peran Beijing dalam industri otomotif global.

“China sedang bertransformasi dari sekadar pasar kendaraan listrik terbesar menjadi pembuat aturan tentang bagaimana teknologi kendaraan baru diregulasi,” ujar Russo. 

Menurut dia, dengan bergerak lebih dulu, pemerintah China memanfaatkan besarnya pasar domestik untuk menetapkan standar keselamatan yang harus diikuti produsen lokal maupun asing, yang kemudian berpotensi menyebar melalui ekspor kendaraan listrik China.

Dampak kebijakan tersebut mulai terlihat di luar negeri. Di Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration membuka penyelidikan terhadap Tesla Model Y dan Model 3 terkait dugaan kegagalan gagang pintu, dengan setidaknya 15 kematian dikaitkan dengan kecelakaan di mana sistem pembuka pintu elektronik tidak berfungsi.

Di Eropa, perhatian serupa juga muncul. Netherlands Vehicle Authority menyatakan pengoperasian pintu yang aman menjadi “prioritas utama” bagi Euro NCAP dan United Nations Economic Commission for Europe (UNECE).

Aturan baru China menuntut investasi besar dari produsen otomotif. Sekitar 60% dari 100 mobil energi baru terlaris di China saat ini masih menggunakan gagang pintu tersembunyi, menurut laporan China Daily. Biaya redesain diperkirakan dapat melampaui 100 juta yuan, atau sekitar US$18 juta, untuk setiap model.

Model yang terdampak mencakup Tesla Model Y dan Model 3, BMW iX3, Nio ES8, Li Auto i8, Xpeng P7, serta sport utility vehicle Xiaomi YU7 yang diluncurkan pada Juni 2025.

Sejumlah produsen domestik mulai beradaptasi. Geely Automobile Holdings melalui Galaxy M9 dan BYD lewat Seal 06 telah kembali menggunakan gagang pintu konvensional yang terlihat. Tesla, di sisi lain, menyatakan akan menyesuaikan produknya untuk pasar China. 

Ketua dewan Tesla Robyn Denholm mengindikasikan perusahaan tengah mempertimbangkan pemrograman sistem kunci agar pintu dapat terbuka otomatis ketika voltase baterai turun.

Regulasi mengenai gagang pintu ini ditempatkan sebagai bagian dari agenda keselamatan yang lebih luas. Otoritas China secara terpisah juga berencana membatasi kemampuan akselerasi mobil dari posisi diam serta memperketat pengawasan terhadap sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut, seiring meningkatnya adopsi teknologi baru di sektor otomotif nasional.