![]() |
| Presiden Prabowo Subianto. | BPMI Sekretariat Presiden. |
Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik terbuka terhadap elite nasional yang dinilai gagal menjaga kekayaan negara. Dalam pidato di hadapan puluhan ribu warga Nahdlatul Ulama, Prabowo menyebut praktik pencurian dan pelarian aset ke luar negeri masih menjadi persoalan serius yang menggerus potensi ekonomi Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). Acara tersebut dihadiri lebih dari 107.000 jamaah dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun NU.
Prabowo mengatakan pandangan itu ia sampaikan setelah mempelajari data kekayaan negara secara menyeluruh sejak resmi menjabat Presiden RI pada 20 Oktober 2024. Ia menegaskan konstitusi memberi mandat kepada presiden untuk menjaga dan melindungi seluruh kekayaan milik rakyat.
Dalam pidatonya, Prabowo mempertanyakan kemampuan elite nasional dalam mengelola sumber daya yang dimiliki Indonesia. Ia menyebut banyak aset strategis yang tidak dijaga dengan baik dan justru berpindah ke luar negeri.
“Apakah elite bangsa Indonesia pandai menjaga kekayaan tersebut? Terlalu banyak kekayaan Indonesia yang hilang dari tanah kita. Terlalu banyak kekayaan kita yang dibawa lari ke luar negeri,” ujar Prabowo di hadapan jamaah.
Ia juga menekankan bahwa temuan tersebut bukan asumsi, melainkan hasil pembacaan data negara yang ia pelajari setelah memimpin pemerintahan. Karena itu, menurut Prabowo, publik tidak perlu ragu untuk menyampaikan kebenaran apabila menemukan praktik yang merugikan negara.
“Saya selalu mengatakan, tantangannya adalah apakah para elite bangsa Indonesia mampu menjaga kekayaan ini? Ternyata, saya menemukan terlalu banyak kekayaan kita yang tidak berhasil kita jaga,” kata Prabowo.
Komitmen berantas korupsi
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menegaskan komitmen pemerintahannya untuk melawan korupsi dan praktik penyimpangan lain yang merugikan keuangan negara. Ia menyatakan tidak akan bersikap kompromistis terhadap penipuan, manipulasi, maupun pencurian aset publik.
“Pemerintah yang saya pimpin tidak akan ragu-ragu untuk melawan segala bentuk korupsi, penipuan, manipulasi, dan pengerukan terhadap kekayaan rakyat Indonesia. Saya tidak akan ragu-ragu dan tidak akan mundur setapak pun,” tuturnya.
Sikap tersebut, menurut Prabowo, sejalan dengan arahan yang sebelumnya ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Bogor. Dalam forum itu, ia meminta jajaran pemerintah daerah dan pimpinan BUMN bersiap dimintai pertanggungjawaban apabila pengelolaan aset dan anggaran negara tidak dilakukan secara efisien.
Lebih jauh, Prabowo menyatakan kekayaan alam Indonesia pada dasarnya cukup untuk menopang kesejahteraan seluruh rakyat jika dikelola secara berani dan tepat. Mujahadah Kubro yang digelar PWNU Jawa Timur itu sendiri merupakan puncak peringatan satu abad NU sejak berdiri pada 1926.

0Komentar