Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Pengukuhan dan Ta'aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa bakti 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada tanggal 7 Februari 2026. | YOUTUBE SEKRETARIAT PRESIDEN


Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas perannya menjaga stabilitas dan toleransi antarumat beragama. Pernyataan itu disampaikan saat pengukuhan pengurus MUI periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026), yang dihadiri puluhan ribu jemaah dari berbagai organisasi Islam.

Pengukuhan pengurus MUI digelar di tengah upaya pemerintah memperkuat konsolidasi sosial dan keagamaan pascapemilu. MUI selama ini diposisikan sebagai mitra strategis negara dalam isu keumatan, kebangsaan, hingga respons kemanusiaan. Karena itu, kehadiran Presiden dalam agenda tersebut dipandang sebagai penegasan hubungan antara pemerintah dan otoritas keagamaan.

Dalam sambutannya, Prabowo menekankan konsistensi peran MUI dalam kehidupan berbangsa. Ia menyebut lembaga tersebut kerap hadir sebagai penyeimbang di tengah dinamika sosial.

“Selama ini, Majelis Ulama Indonesia selalu mengambil peran besar dan menentukan dalam kehidupan bangsa Indonesia. MUI selalu menjadi pilar stabilitas, pilar ketenangan, pilar kesejukan, pilar toleransi antarumat beragama,” ujar Prabowo.

Lebih jauh, Presiden menyoroti pentingnya sinergi antara ulama dan umara sebagai fondasi pemerintahan yang kuat. Menurutnya, pengukuhan pengurus MUI bukan sekadar agenda organisasi, melainkan simbol persatuan elemen keagamaan dan negara.

“Hari ini adalah lambang dari bersatunya ulama dengan umara. Kalau ulama dan umara bersatu, insya Allah bangsa kita akan menjadi bangsa yang besar, bangsa yang makmur,” kata Prabowo.

Di sisi lain, Prabowo juga menyinggung keterlibatan MUI dalam penanganan bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebut MUI aktif sejak hari pertama bencana, termasuk di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

“MUI tidak pernah tidak hadir setiap bangsa mengalami kesulitan. Baru-baru ini MUI tampil sejak hari pertama bencana di beberapa daerah di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan provinsi lain,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden mengumumkan penyediaan lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi di kawasan Bundaran HI, Jakarta, untuk pembangunan gedung baru MUI. Kebijakan tersebut, menurut Prabowo, merupakan respons atas permintaan Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar.

“Saya telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter untuk gedung bagi MUI dan bagi badan-badan umat Islam seperti Badan Zakat Nasional dan lembaga-lembaga lain,” ungkapnya.

Gedung tersebut direncanakan memiliki hingga 40 lantai dan akan difungsikan sebagai pusat kegiatan MUI serta organisasi kemasyarakatan Islam lain yang membutuhkan ruang operasional di Jakarta.

Acara pengukuhan dirangkai dengan agenda bertajuk Munajat untuk Keselamatan Bangsa dan dihadiri sekitar 58.000 jemaah. Dalam forum tersebut, KH Anwar Iskandar kembali dikukuhkan sebagai Ketua Umum MUI untuk periode 2025–2030. Ia didampingi oleh Wakil Ketua Umum M. Cholil Nafis, Marsudi Syuhud, dan Anwar Abbas, serta Sekretaris Jenderal Amirsyah Tambunan.

Sejumlah pejabat negara turut hadir, antara lain Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Ketua MPR RI Ahmad Muzani.

Menutup sambutannya, Prabowo menyampaikan bahwa dukungan MUI menjadi sumber kekuatan moral dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Terima kasih MUI. Terima kasih atas apa yang kau berikan kepada saya, yaitu kau telah memberi kepada saya keberanian untuk menjalankan tugas sebagai Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.