Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menciptakan sekitar satu juta lapangan pekerjaan dan menarik perhatian internasional, termasuk dari Gedung Putih. Klaim tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Dalam forum yang dihadiri 4.487 peserta dari unsur kepala daerah dan pejabat pemerintahan itu, Prabowo menempatkan penciptaan lapangan kerja sebagai dampak langsung dari operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi tulang punggung program MBG. Hingga kini, tercatat 22.275 dapur SPPG telah beroperasi di berbagai daerah.
“Saya buktikan kepada saudara-saudara, Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menghasilkan sekarang 1 juta lapangan kerja hanya dari MBG,” ujar Prabowo saat menyampaikan arahan.
Ia menjelaskan, setiap dapur SPPG melibatkan rata-rata 50 tenaga kerja yang digaji harian. Dengan jumlah dapur yang telah beroperasi, perhitungan tersebut menghasilkan sekitar satu juta tenaga kerja langsung.
“22.000 kali 50 orang yang digaji setiap hari. Sudah kita ciptakan satu juta lapangan pekerjaan,” kata Prabowo.
Selain tenaga kerja dapur, penyerapan juga terjadi pada rantai pasok bahan pangan. Prabowo menyebut setiap dapur membutuhkan sekitar 10 hingga 20 pemasok bahan baku—mulai dari sayur, telur, ikan, ayam, hingga daging—yang sebagian besar berasal dari desa-desa sekitar lokasi dapur.
Angka tersebut sejalan dengan data pemerintah sebelumnya. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan sebanyak 924.424 tenaga kerja terlibat langsung dalam operasional SPPG, ditambah 68.551 pemasok bahan baku yang mayoritas merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah menargetkan program ini menjangkau 82 juta penerima manfaat pada akhir 2026.
Prabowo juga memproyeksikan penyerapan tenaga kerja akan meningkat seiring perluasan program. Jika target penerima manfaat tercapai, jumlah lapangan kerja yang tercipta diperkirakan mencapai 3 hingga 5 juta orang.
Di sisi lain, ia mengungkapkan adanya perhatian dari luar negeri terhadap implementasi MBG. Menurut Prabowo, para ahli dari White House tengah mempelajari pelaksanaan program tersebut di Indonesia.
“Saya baru sehari lalu, para ahli, pakar dari White House sedang mempelajari MBG kita sendiri,” tuturnya.
Sebelumnya, pada awal Januari 2026, Prabowo menyampaikan bahwa perwakilan dari Rockefeller Institute telah berkunjung ke Indonesia dan menilai MBG sebagai investasi publik yang efektif. Berdasarkan penilaian lembaga tersebut, setiap rupiah yang diinvestasikan dalam program makan bergizi berpotensi menghasilkan efek pengganda ekonomi sebesar 5 hingga 35 kali lipat.
Program MBG diluncurkan pemerintah pada Januari 2025 sebagai bagian dari agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hingga awal 2026, pemerintah mencatat program ini telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat dan memproduksi sekitar 17 miliar porsi makanan.
Pada 2026, pemerintah menargetkan perluasan program hingga 82,9 juta penerima manfaat dengan dukungan 35.000 dapur SPPG di seluruh Indonesia. Untuk mencapai target tersebut, anggaran yang disiapkan mencapai Rp335 triliun, sebagaimana disampaikan pemerintah dalam berbagai forum resmi.

0Komentar