![]() |
| Foto: Ketibaan presiden RI Prabowo Subianto, di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. | BPMI SETPRES |
Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia pada Jumat (27/2/2026) setelah hampir sepuluh hari melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Inggris, Yordania, dan Uni Emirat Arab. Pesawat kepresidenan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan ia disambut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta sejumlah menteri Kabinet.
Lawatan tersebut menghasilkan sejumlah komitmen kerja sama di bidang perdagangan, investasi, teknologi, serta diplomasi perdamaian di Timur Tengah.
Di Washington DC, Prabowo menghadiri pertemuan perdana Board of Peace pada 19 Februari 2026 yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas stabilisasi dan rekonstruksi Gaza. Dalam forum itu, Indonesia menyatakan kesiapan mengirim hingga 8.000 personel untuk bergabung dalam misi International Stabilization Force.
Di sela pertemuan, Prabowo menggelar pembicaraan bilateral dengan Trump yang berujung pada penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART). Melalui kesepakatan tersebut, AS menurunkan tarif resiprokal atas produk Indonesia dari 32% menjadi 19%. Sejumlah komoditas unggulan seperti CPO, kopi, dan kakao juga mendapat pengecualian tarif.
Forum Bisnis Indonesia-AS yang digelar di U.S. Chamber of Commerce mencatat komitmen perdagangan dan investasi senilai US$38,4 miliar, menurut keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Selain itu, Prabowo bertemu 12 CEO perusahaan investasi global dengan total aset kelolaan sekitar US$15 triliun. Mereka menyampaikan pandangan positif terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Agenda kemudian berlanjut ke London. Di sana, Prabowo menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Badan Pengelola Investasi Danantara dan Arm Limited di sektor semikonduktor. Pemerintah menargetkan pelatihan 15.000 insinyur dalam ekosistem desain chip melalui kemitraan tersebut.
"Arm ini adalah salah satu perusahaan yang menguasai pasar semikonduktor terutama untuk dari segi desain," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Di Amman, Prabowo bertemu Raja Abdullah II di Istana Basman pada 25 Februari. Pertemuan membahas perkembangan situasi kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat.
"Kami sangat khawatir terhadap insiden-insiden yang terjadi di Tepi Barat. Kami merasa insiden itu dapat menghambat keberhasilan apapun upaya yang tengah kita sama-sama coba lakukan di Gaza," kata Prabowo, seperti dilaporkan kantor berita Antara.
Kunjungan ditutup di Abu Dhabi dengan pertemuan bersama Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Istana Qasr Al Bahr pada 26 Februari. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan Mohammed bin Zayed menyampaikan komitmen untuk meningkatkan investasi UEA di Indonesia.
Kedua pemimpin juga membahas kerja sama energi dan kemitraan ekonomi jangka panjang. Pertemuan berlangsung dalam suasana Ramadan, termasuk iftar bersama dan salat magrib berjamaah. Tahun 2026 menandai 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Uni Emirat Arab.

0Komentar