Pusat kendali PT PLN Indonesia Power (PLN IP), yang merupakan anak perusahaan subholding PLN yang bergerak di bidang pembangkitan listrik. | PLN


PT PLN (Persero) mencatat penjualan listrik sebesar 317,69 terawatt hour (TWh) sepanjang 2025. Angka tersebut tumbuh 3,75% secara year on year (YoY) dibandingkan 2024 yang mencapai 306,22 TWh, meski realisasinya masih berada di bawah target awal perseroan sebesar 327,7 TWh. Capaian itu disampaikan manajemen PLN melalui keterangan resmi pada Minggu (1/2/2026).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, pertumbuhan konsumsi listrik nasional didorong meningkatnya aktivitas masyarakat dan dunia usaha di berbagai sektor. Di sisi lain, dukungan kebijakan pemerintah dan sinergi lintas lembaga turut menjaga keandalan sistem kelistrikan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan situasi geopolitik.

“Kebijakan yang berkelanjutan menjadi fondasi penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik, meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Darmawan.

Berdasarkan data internal PLN, sektor rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar penjualan listrik nasional. Sepanjang 2025, konsumsi listrik rumah tangga tercatat 133,41 TWh, tumbuh 3,2% atau naik 4,09 TWh dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi sektor ini setara dengan 41,99% dari total penjualan listrik PLN.

Di sisi lain, sektor industri membukukan konsumsi listrik sebesar 93,35 TWh atau meningkat 2,5% secara tahunan. Kenaikan tersebut ditopang oleh aktivitas industri makanan dan minuman, besi, baja dan logam, serta barang galian bukan logam.

Sementara itu, sektor bisnis mencatat pertumbuhan paling tinggi. Konsumsi listrik di segmen ini mencapai 60,74 TWh, naik 5,4% secara YoY. Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto menyebut lonjakan tersebut terutama berasal dari meningkatnya kebutuhan listrik data center, pusat perbelanjaan, perdagangan non-otomotif, serta sektor pergudangan dan logistik.

“Pertumbuhan jumlah pelanggan dan konsumsi listrik di berbagai sektor mencerminkan aktivitas ekonomi yang semakin masif,” kata Adi.

Lebih jauh, peningkatan konsumsi listrik nasional juga sejalan dengan bertambahnya basis pelanggan. Sepanjang 2025, PLN menambah 3,29 juta pelanggan baru. Hingga akhir Desember 2025, total pelanggan perseroan tercatat mencapai 96,2 juta.

Menurut Darmawan, kesiapan PLN dalam merespons kenaikan permintaan listrik tidak terlepas dari agenda transformasi yang dijalankan sejak 2020. Transformasi tersebut, kata dia, memperkuat respons perseroan terhadap perubahan global sekaligus meningkatkan keandalan dan kualitas layanan kelistrikan bagi masyarakat.