Tiongkok berhasil melakukan uji terbang ganda roket peluncur generasi berikutnya Long March-10 dan pesawat luar angkasa berawak Mengzhou pada 11 Februari. Badan Antariksa Berawak Tiongkok menyebutnya sebagai "terobosan besar" dalam rencana mendaratkan astronaut di Bulan pada 2030.
Uji coba berlangsung di Lokasi Peluncuran Antariksa Wenchang, Provinsi Hainan. Kegiatan ini menandai beberapa pencapaian pertama, termasuk uji abort tekanan dinamis maksimum pertama untuk pesawat luar angkasa berawak, serta operasi penyelamatan maritim tahap pertama roket dan kapsul pesawat luar angkasa.
Prototipe Long March-10 diluncurkan pada pukul 11:00 waktu Beijing membawa kapsul Mengzhou melalui simulasi skenario darurat. Saat roket memasuki kondisi tekanan dinamis maksimum, kapsul berhasil melakukan pemisahan dan mendarat di laut dengan parasut.
Tahap pertama roket juga melakukan pendaratan terkontrol di lokasi laut yang telah ditentukan. Tim pencarian dan penyelamatan maritim berhasil mengangkat kapsul Mengzhou pada pukul 12:20 siang, diikuti pengangkatan tahap pertama Long March-10 pada Jumat pagi.
Keberhasilan ini dianggap penting untuk pengembangan teknologi roket yang dapat digunakan kembali.
"Keberhasilan ini memiliki arti penting untuk memajukan teknologi kendaraan peluncuran yang dapat digunakan kembali di negara kami," kata pernyataan resmi Badan Antariksa Berawak China.
Program bulan Tiongkok
Tahap pertama Long March-10 dirancang agar dapat digunakan kembali, mirip dengan roket Falcon 9 milik SpaceX. Roket ini mampu mengangkut muatan hingga 70 ton metrik ke orbit Bumi rendah dan nantinya membawa pesawat antariksa Mengzhou seberat 26 ton metrik ke Bulan.
Uji coba Rabu ini mengikuti serangkaian pengujian sebelumnya, seperti uji penyalaan terikat Long March-10, uji pembatalan penerbangan pada ketinggian nol untuk Mengzhou, serta verifikasi pendaratan dan lepas landas terintegrasi untuk pendarat Bulan Lanyue, yang akan membawa dua astronaut ke permukaan Bulan.
Tiongkok saat ini bersaing dengan Amerika Serikat untuk menjadi negara berikutnya yang mendaratkan manusia di Bulan. NASA menargetkan misi Artemis 3 pada 2028, meski jadwalnya masih dapat berubah. Penerbangan uji orbital Mengzhou dijadwalkan akhir tahun ini dengan roket Long March-10A.
Disamping itu, keberhasilan uji ganda ini menegaskan fokus Tiongkok pada pengembangan kendaraan antariksa berawak yang lebih aman dan efisien. Selain meningkatkan kemampuan teknis, program ini juga memperkuat kesiapan negara tersebut dalam menghadapi misi berawak ke Bulan.

0Komentar